Sukses

Kisah Eng dan Chang, Kembar Siam Pertama yang Mendunia

Eng dan Chang, pasangan kembar siam yang kisahnya pertama kali mendunia. Pasangan yang berdempetan di dada bagian bawah ini jugalah yang ‘melahirkan’ istilah kembar siam. Istilah itu muncul dari tanah kelahiran mereka, Thailand, yang kala itu dikenal dengan sebutan Siam.

Pasangan kembar siam Eng dan Chang memiliki masa kecil yang sulit. Dianggap monster di daerah asalnya, Eng dan Chang pun harus merantau berkeliling dunia sebagai pekerja sirkus setelah ‘dibeli’ oleh seorang pedagang dari Skotlandia. Namun kehidupan sirkuslah yang membuka jalan kesuksesan keduanya.

Sempat Ingin Operasi

Meski awalnya sulit, kembar siam ini berhasil membangun keluarga dan tinggal di Amerika. Chang menikahi Adelaide Yates, sementara Eng menikahi sang kakak yang bernama Sarah Anne. Eng dan Chang sempat bertekad untuk menjalani operasi pemisahan diri sebelum menikah karena ingin berdiri sendiri. Namun niat tersebut batal setelah saudara perempuannya meyakinkan mereka bahwa prosedur tersebut berbahaya dan bisa berakhir fatal.

Setelah menikah, kembar siam ini pun harus tidur seranjang berempat dengan pasangan mereka. Chang dan Adelaide memiliki 11 anak, sementara Eng dan Sarah dikaruniai 10 orang anak. Masalah timbul ketika kakak beradik Adelaide dan Sarah menjadi tidak akur. Sebagai solusi, pasangan kembar siam ini membangun dua rumah berbeda untuk istri mereka. Eng dan Chang tinggal bergantian setiap tiga hari di tiap rumah tersebut.

Bangkrut Setelah Perang

Pecahnya perang sipil di Amerika membuat kembar siam Eng dan Chang banyak kehilangan harta benda. Untuk menafkahi keluarganya, keduanya pun terpaksa turun gunung. Kembali ke dunia sirkus di usia yang tidak muda lagi, yaitu 50 tahun. Meski publik menyambut baik kedatangan mereka, hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Setelah berkeliling dalam enam tur sirkus sambil membawa anak dan istri, Chang tiba-tiba terserang stroke pada tahun 1870. Sebelah kakinya lumpuh, sehingga Eng harus menahan bobot tubuh Chang dan berjalan sambil terseok-seok. Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak akibat stres membuat kondisi kesehatan Chang terus memburuk. Efek negatif minuman keras tidak memengaruhi Eng, karena pasangan kembar siam tersebut memiliki sistem peredaran darah yang berbeda.

Sama-Sama Berpulang

Saat berusia 62 tahun, Chang akhirnya terserang penyakit paru-paru mematikan. Ia meninggal dunia saat saudara kembar siamnya sedang tertidur lelap. Keesokan paginya, saat terbangun dan mendapati saudaranya telah meninggal, Eng sangat ketakutan. Keringat dingin yang disertai teriakan bahwa saat kematiannya telah tiba pun terlontar darinya. Sambil memohon ampun kepada Tuhan dan memeluk jasad saudara kembar siamnya, Eng pun menghembuskan napas terakhirnya.

Hasil otopsi lebih lanjut melaporkan bahwa Chang meninggal akibat stroke sumbatan, sementara penyebab kematian Eng tidak jelas. Beberapa spekulasi mengatakan bahwa Eng meninggal akibat shock melihat saudara kembarnya –yang berdempetan dengan tubuhnya– meninggal. Itulah kisah akhir pasangan kembar siam popular pertama di dunia.

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar