Sukses

Ladan dan Laleh Bijani, Serupa Tapi Tak Sama

Ladan dan Laleh Bijani –kembar siam asal Iran– meninggal dalam operasi pemisahan pada tahun 2003 silam. Sebenarnya, apa yang menyebabkan kedua gadis tersebut begitu ingin dipisahkan?

Tahun 2003 lalu, dunia dihebohkan dengan rencana operasi pemisahan pasangan kembar siam dewasa asal Iran, Ladan dan Laleh Bijani. Walaupun operasi tersebut sangat berisiko karena angka harapan berhasil yang kecil dan dapat merenggut nyawa, keduanya tetap tidak bergeming dengan keputusannya. Lalu mengapa mereka bersikukuh untuk dipisahkan?

Ladan dan Laleh Bijani lahir di Iran pada tanggal 17 Januari 1974. Kelahiran keduanya tepat 100 tahun setelah kematian pasangan kembar siam yang pertama terkenal di dunia, Chang dan Eng Bunker. Sempat terpisah dari orangtua kandungnya akibat perang revolusi Iran, gadis kembar ini diadopsi oleh dr. Alireza Safaian. Meskipun beberapa tahun kemudian mereka bertemu lagi dengan orangtua kandungnya, keduanya tetap memilih tinggal bersama Safaian.

Serupa Tapi Tak Sama

Meski kembar identik dan dempet; sifat, karakter, dan kesukaan gadis kembar siam ini tak sama. Ladan cenderung ekstrovert, suka berbicara di muka umum, menyukai program komputer, dan bercita-cita menjadi pengacara. Sementara Laleh lebih introvert, pendiam, pemalu, gemar bermain game komputer, dan bercita-cita menjadi jurnalis.

Keinginan dan cita-cita yang berbeda membuat kembar siam ini terpaksa saling berkompromi untuk hal-hal tersebut karena keadaan mereka. Laleh pun mengalah dan mengikuti keinginan Ladan untuk kuliah di jalur hukum. Karena alasan ini, Ladan dan Laleh sangat ingin dipisahkan. Keinginan tersebut sudah tumbuh sejak kecil, dan semakin menguat saat mereka berusia 29 tahun.

Upaya untuk Dipisahkan

Awalnya, Ladan dan Laleh berkonsultasi pada dokter bedah saraf di Jerman untuk dapat mengoperasi mereka. Kendati demikian, tidak ada dokter yang berani melakukannya karena risiko operasi yang terlalu besar. Keduanya tidak menyerah. Mereka pun terbang ke Singapura dan bertemu dengan dr. Keith Goh –dokter bedah saraf yang sebelumnya berhasil memisahkan bayi kembar siam dempet kepala seperti mereka.

Walau sudah diperingatkan, tekad Laden dan Laleh untuk dipisahkan sudah sangat kuat. Persiapan untuk melakukan operasi fenomenal tersebut pun dilakukan. Operasi dilangsungkan pada tanggal 6 Juli 2003 di Rumah Sakit Raffles Singapura dengan melibatkan 28 dokter ahli bedah saraf dan 100 tenaga medis. Tim dokter mengalami kesulitan melebihi dugaan, karena selain berbagi vena besar kedua otak mereka juga telah menyatu.

Operasi tersebut menyebabkan Ladan dan Laleh kehabisan darah. Setelah 50 jam, Ladan dan Laleh berhasil dipisahkan. Namun Ladan meninggal di meja operasi, sementara Laleh menyusul 90 menit kemudian.

Kakak beradik kembar siam itu pun dimakamkan di tempat berbeda, namun tetap berdampingan –sesuai dengan keinginan mereka untuk dipisahkan dan menempuh jalur hidup yang berbeda.

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar