Sukses

Mengenal Seluk-Beluk Kembar Siam

Kembar siam kerap menjadi fenomena langka, menarik, namun penuh dilema. Kenali seluk-beluk kembar siam bersama dr. Karin Wiradarma di sini.

Kembar siam kerap menjadi fenomena langka, menarik, namun penuh dilema. Sepasang anak kembar dapat disebut sebagai kembar siam bila mereka saling berbagi organ.

Fenomena Kembar Siam

Kembar siam hanya terjadi 1 dalam 200 ribu kelahiran hidup. Karena saling berbagi organ vital, kebanyakan bayi kembar siam tidak dapat bertahan hidup lama.

Tingkat kematian kembar siam saat lahir mencapai angka 40-60%. Sementara 35% di antaranya hanya mampu bertahan hidup satu hari. Menurut data statistik, hanya 5-25% pasangan bayi kembar siam yang dapat bertahan hidup.

Kebanyakan bayi kembar siam tercatat lahir di Asia Tenggara, Afrika, dan Brasil. Meski belum diketahui penyebabnya, sejarah mencatat pasangan bayi kembar siam perempuan memiliki kemampuan bertahan hidup 3 kali lebih baik daripada laki-laki. Hal ini tampak dari data bahwa 70% pasangan kembar siam yang hidup hingga sekarang berjenis kelamin perempuan.

Jenis Kembar Siam

Kembar siam dikelompokkan berdasarkan organ-organ dalam bayi yang terletak bersatuan. Jenis yang paling sering adalah thoracopagus (40%), di mana kedua bayi bersatu di dada. Pada 75% kasus, mereka berbagi satu jantung yang sama.

Jenis berikutnya adalah kembar siam yang berdempet di perut (34%). Bayi ini saling berbagi hati, saluran empedu, dan saluran pencernaan bagian atas. Sebesar 18% bayi lainnya berdempetan di punggung. Pasangan bayi ini umumnya memiliki usus besar, anus, tulang belakang, dan alat kelamin yang sama.

Sebenarnya, masih banyak jenis kembar siam lainnya. Namun jenis kembar siam yang cukup fatal untuk dapat dipisahkan adalah craniopagus –dempet kepala (2%). Bayi kembar siam ini umumnya berbagi tulang tengkorak dan otak.

Terbentuknya Kembar Siam

Seorang wanita umumnya mengeluarkan satu buah telur setiap kali ovulasi. Namun pada suatu keadaan, wanita dapat mengeluarkan dua buah telur dan dibuahi sperma. Kondisi itulah yang membentuk bayi kembar nonidentik, atau disebut juga kembar fraternal –tidak memiliki bentuk muka, tubuh dan jenis kelamin yang identik.

Lain halnya dengan kembar identik (paternal). Pada jenis ini, seorang wanita menghasilkan satu buah telur yang membelah menjadi dua setelah dibuahi sperma. Hasilnya adalah muka, tubuh, dan jenis kelamin yang sama.

Sedangkan kembar siam terlahir dari sebuah telur yang setelah dibuahi tidak dapat membelah dengan sempurna. Jika membelah dengan sempurna menjadi dua, bayi akan terlahir sebagai kembar identik. Pembelahan pada kasus kembar siam ini terhenti sebelum waktunya. Akibatnya, terbentuklah janin yang berdempetan. Selama di dalam rahim, bayi kembar siam berbagi kantung amnion dan plasenta yang sama.

Jadi, sekarang sudah tahu kan bagaimana bayi kembar siam dapat terbentuk? Semoga pembahasan di atas dapat menjawab rasa penasaran Anda, ya!

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar