Sukses

Mengenal Sosok Dokter dan Bapak Atom Indonesia

Prof. Dr. Gerrit Agustinus Siwabessy. Sebagian dari Anda mungkin belum mengenalnya. Beliau adalah seorang pahlawan nasional yang berasal dari Maluku.

Siwabessy dikenal melalui jasa-jasanya sebagai Menteri Badan Tenaga Atom Nasional yang mulai diembannya pada 27 Agustus 1964 dan menteri kesehatan pada tahun 1966.

Disamping itu, karya-karya dokter kelahiran 19 Agustus 1914 ini dibidang ilmu pengetahuan –khususnya radiologi yang merupakan kombinasi dari ilmu Kedokteran dan ilmu Fisika– menjadikannya sebagai salah satu aktor penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Berbagai prestasi yang berhasil diraih oleh Siwabessy dilalui dengan tidak mudah. Lahir sebagai seorang anak dari keluarga petani cengkeh, beliau kehilangan ayah saat berumur 1 tahun. Kondisi ini membuat ibunya memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang guru yang kemudian membuka jalan bagi Siwabessy untuk mengenyam pendidikan dengan layak dalam kondisi sulit saat itu. Selama menempuh sekolah dasar, Siwabessy dan saudara-saudaranya harus menempuh perjalan yang sangat jauh. Bahkan ia harus bergantian menggendong kakak perempuan dan adiknya yang masih kecil.

Setelah lulus dari sekolah dasar Siwabessy melanjutkan pendidikannya ke MULO –sekolah menengah pertama pada zaman kolonial Belanda di Indonesia. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan ke NIAS yang merupakan sekolah untuk pendidikan dokter pribumi yang bertempat di Surabaya. Kondisi sosial politik dan ekspansi Jepang pada masa itu mengantarkan jalan hidupnya sebagai seorang dokter dibidang radiologi. Sebenarnya ini bukanlah bidang yang diminati olehnya, karena Siwabessy cenderung lebih tertarik pada bidang psikiatri. Namun demi kelangsungan hidupnya dan dorongan beberapa rekan-rekan lamanya di NIAS, beliau memutuskan untuk melanjutkan studi ke Inggris (London) untuk mendalami bidang Radiologi dan Kedokteran Nuklir yang diperolehnya melalui program beasiswa.

Kembali ke Indonesia Siwabessy diangkat menjadi direktur di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Serangan bom atom di Jepang mendorong negara-negara maju mengembangkan senjata tersebut. Hal ini disikapi oleh pemerintah Indonesia yang khawatir akan efek negatif bagi kesehatan yang muncul dari debu radioaktif. Di samping itu beliau juga melanjutkan karyanya dengan mendirikan Lembaga Radiologi Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Beliau juga diangkat sebagai kepala Bagian Radiologi pada rumah sakit pusat RSCM, memegang tugas sebagai Guru Besar UI, dan konsultan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Beliau membina para dokter di bidang radiologi dengan mendirikan sekolah asisten rontgen, melatih para dokter penyakit paru-paru hingga mengatur kegiatan klinis di berbagai rumah sakit. Tahun 1966 GA Siwabessy ditunjuk oleh presiden Soeharto menjadi menteri kesehatan, program KB, Puskesmas, pendirian yayasan kanker hingga Asuransi Kesehatan adalah sebagian dari karya yang dihasilkan beliau selama masa jabatannya.

Baca juga:

1. Dokter Pejuang di Era Kemerdekaan Indonesia:

2. Dokter Pejuang di Era Sekarang:

0 Komentar

Belum ada komentar