Sukses

Dampak Tekanan Darah dan Kadar Kolesterol Tinggi

Tekanan darah serta kadar kolesterol tinggi cukup sering ditemukan pada kehidupan sehari-hari sehari-hari. Apa sajakah dampak yang dapat timbul sebagai akibatnya? Berikut ulasannya.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat timbul tanpa adanya keluhan, sehingga terkadang sulit untuk dideteksi. Sama halnya dengan hipertensi, individu yang memiliki kadar kolesterol tinggi umumnya juga tidak menunjukkan keluhan apapun.

Walaupun tanpa gejala, namun bila tidak mendapatkan tata laksana yang sesuai hipertensi dan peningkatan kolesterol yang tidak terkontrol dapat menyebabkan dampak yang membahayakan bagi tubuh seiring dengan berjalannya waktu.

Tekanan Darah

Tekanan darah adalah kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh organ-organ di dalam tubuh. Darah tinggi terjadi apabila tekanan darah sistolik (tekanan darah saat jantung kontraksi) sama dengan atau di atas 140 mmHg atau tekanan darah diastolik (tekanan darah saat jantung relaksasi) sama dengan atau di atas 90 mmHg.

Faktor risiko tekanan darah tinggi adalah usia, riwayat keluarga, jenis kelamin (pria lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi dibanding wanita), merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.

Konsekuensi yang timbul bila tekanan darah tinggi tidak terkontrol, mencakup serangan jantung, stroke, kerusakan ginjal, penurunan daya lihat, disfungsi ereksi, penurunan kemampuan kognitif, serta penyakit arteri perifer. Tata laksana pada tekanan darah tinggi umumnya, mencakup perubahan gaya hidup, pengobatan, serta pemantauan tekanan darah secara rutin.

Kolesterol

Kolesterol adalah zat berlemak yang diproduksi oleh hati dan didistribusikan ke seluruh organ-organ di dalam tubuh.

Tubuh manusia membutuhkan kadar kolesterol dalam jumlah seimbang untuk berfungsi dengan baik, karena kolesterol berperan dalam produksi vitamin D, berbagai hormon, serta cairan empedu.

Kolesterol dalam tubuh dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL).

Low Density Lipoprotein (LDL) disebut juga sebagai ‘kolesterol jahat’ karena dapat berkembang menjadi plak pada pembuluh darah, yang merupakan gabungan dari kolesterol, lemak, dan beberapa zat lainnya. Sedangkan, High Density Lipoprotein (HDL) disebut juga sebagai ‘kolesterol baik’ karena mengambil sisa-sisa kolesterol dari jaringan tubuh dan mengantarkannya kembali ke hati untuk proses daur ulang.

Peningkatan LDL dan penurunan HDL yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan beberapa dampak buruk bagi tubuh, seperti serangan jantung, stroke, batu empedu, dan sebagainya.

Pemeriksaan kadar kolesterol dapat dilakukan dengan analisis darah. Tata laksananya mencakup penyesuaian pola makan, aktivitas fisik, serta pengobatan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

0 Komentar

Belum ada komentar