Sukses

Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak

Gangguan pertumbuhan anak merupakan hal yang harus dideteksi sejak dini. Apabila tidak, maka maka hal ini akan berdampak buruk bagi perkembangannya kelak. Berikut info medisnya.

Gangguan pertumbuhan masih menjadi masalah yang perlu diperhatikan di Indonesia. Masih banyak kejadian anak dengan perawakan pendek akibat kurangnya nutrisi, balita dengan gizi kurang, bahkan gizi buruk. Oleh karena itu, deteksi pertumbuhan anak masih sangat perlu ditingkatkan.

Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai bertambahnya ukuran-ukuran fisik anak, terutama tinggi (panjang) badan. Sedangkan berat badan lebih erat kaitannya dengan status gizi dan keseimbangan cairan (dehidrasi, retensi cairan). Namun, berat badan dapat pula digunakan sebagai data tambahan untuk menilai pertumbuhan anak.

Di samping itu, pertambahan lingkar kepala juga perlu dipantau, karena dapat berkaitan dengan perkembangan anak. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan fungsi-fungsi individu, seperti kemampuan gerak kasar dan halus, pendengaran, penglihatan, komunikasi, bicara, emosi-sosial, kemandirian, intelegensia, dan perkembangan moral.

Pertumbuhan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor dari dalam berupa genetik dan faktor dari luar berupa peran lingkungan. Faktor genetik merupakan faktor bawaan yang tidak dapat dirubah. Sedangkan faktor lingkungan –meliputi; nutrisi, imunisasi, kebersihan, pengobatan, tempat tinggal, sanitasi dan lain-lain –dapat dimodifikasi agar turut mengoptimalkan pertumbuhan anak.

Bagaimana cara mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan anak?

Bila anak masih tergolong masih dalam usia balita, orangtua sebaiknya selalu rutin mengontrol status gizi anak. Pengontrolan status gizi anak dapat berupa pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala agar nantinya akan terlihat apakah anak mengalami pertumbuhan yang normal, berlebihan atau kurang.

Dokter atau bidan biasanya akan mem-plot berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala pada kurva pertumbuhan secara berkala, sehingga pertumbuhan anak dapat terpantau dengan baik.

Di Indonesia saat ini, terdapat dua macam alat bantu untuk memantau atau melakukan deteksi dini pertumbuhan, yaitu Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).

Pada KMS atau buku KIA, terdapat kurva yang mengacu pada World Health Organization (WHO), sehingga dokter atau bidan dapat mem-plot hasil pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala untuk mengetahui garis pertumbuhan anak, apakah normal atau tidak.

Jika anak telah beranjak dari bangku sekolah, biasanya Anda akan dapat mendeteksi gangguan pertumbuhannya dengan membandingkan anak dengan teman sebayanya, misalnya anak cenderung lebih pendek dari teman sebayanya, kepala anak terlihat lebih besar, anak terlihat sangat kurus atau sebaliknya.

Jika mengalami hal tersebut, sebaiknya Anda segera membawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh. Jika anak terlambat mendapatkan penanganan terhadap gangguan pertumbuhannya, maka hal ini akan berdampak buruk bagi perkembangannya kelak. Pasalnya, pertumbuhan berjalan selaras dengan perkembangan anak, sehingga keduanya dapat mempengaruhi satu sama lain.

0 Komentar

Belum ada komentar