Sukses

Waspada Demam Berdarah pada Anak, Kenali Gejalanya

Demam berdarah merupakan penyakit berbahaya yang harus segera ditangani dengan baik. Kenali gejala demam berdarah pada anak bersama dr. Theresia Rina Yunita di sini.

Anda pasti sudah sering mendengar penyakit demam berdarah atau demam berdarah dengue, bukan? Penyakit ini banyak terjadi, terutama di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia. 

Demam berdarah dengue muncul ketika seseorang digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus dengue. Nyamuk yang menjadi vektor utama penyakit ini adalah nyamuk aedes aegypti.

Nyamuk aedes aegypti ini dapat ditemui di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat yang memiliki ketinggian mencapai 1000 meter di atas permukaan laut.

Hampir 100 juta kasus baru setiap tahunnya yang terjadi di seluruh dunia akibat penyakit ini. Terdapat 4 tipe virus dengue yang dapat menyerang manusia, sehingga seseorang dapat terjangkit penyakit ini sebanyak 4 kali dengan virus yang berbeda, karena tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus yang sudah pernah menyerang sebelumnya.

Gejala utama yang paling sering dikeluhkan akibat penyakit ini adalah demam. Demam biasanya mendadak tinggi selama 2-7 hari yang disertai gejala penyerta, berupa:

  • Nyeri kepala.
  • Nyeri belakang bola mata.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Flushing (wajah panas kemerahan) atau ruam di kulit.
  • Mual, muntah.
  • Nyeri perut akibat pembengkakan hati.
  • Bintik-bintik merah di kulit (ptekie).
  • Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan leukopenia (jumlah leukosit di bawah nilai normal) dan trombositopenia (jumlah trombosit di bawah nilai normal).

Yang membedakan demam dengue dengan demam berdarah dengue adalah pada demam berdarah dengue, hasil pemeriksaan darah akan menunjukkan peningkatan hematokrit – yang artinya terjadi kebocoran darah pada pembuluh darah sehingga menyebabkan darah menjadi kental.  

Di samping itu, pada demam berdarah dengue, penyakit terkadang disertai dengan adanya manifestasi perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, BAB hitam. Selain itu dapat pula terjadi penumpukan cairan di perut maupun di paru-paru, sehingga perut akan membuncit dan juga sesak napas. Jika kebocoran pembuluh darah ini tidak segera ditangani dengan baik maka akan menimbulkan syok. Tanda-tanda syok adalah ketika anak terlihat sangat lemas, pucat, akral menjadi dingin dan sudah tidak mau makan maupun minum apapun.

Jika terjadi hal tersebut, segeralah bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut karena anak mungkin mengalami keadaan pre-syok, yang jika dibiarkan dapat berujung pada syok hingga kematian. 

0 Komentar

Belum ada komentar