Sukses

Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Mengatasinya

Bau mulut pada anak memiliki beragam penyebab. Apa saja penyebab bau mulut pada anak, dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan dari drg. Callista Argentina.

Bau mulut, atau disebut dengan halitosis, adalah keadaan yang tentunya sangat mengganggu. Bau mulut juga bisa terjadi pada anak yang sehat. Penyebab utama bau mulut pada anak adalah kebersihan rongga mulut yang kurang baik.

Namun penyebab terjadinya bau mulut tidak selalu berasal dari rongga mulut. Terdapat penyebab lain yang menyebabkan hal ini, sehingga memerlukan solusi terapi dengan cara lain.

Berikut beberapa faktor penyebab bau mulut pada anak:

  • Kesehatan rongga mulut yang buruk

Hal ini dapat terjadi bila anak Anda tidak menyikat gigi secara rutin. Pasalnya, plak gigi yang tidak tersikat dengan baik dapat menyebabkan iritasi gusi, serta kelainan rongga mulut lainnya.

  • Mulut yang kering

Aktivitas anak-anak yang tinggi, seperti bermain dan berolahraga dapat menyebabkan tubuhnya kekurangan cairan. Bau mulut dapat timbul  karena kurangnya cairan (saliva) yang dapat membasuh bakteri, dan membersihkan rongga mulut. Saat mulut anak Anda memproduksi saliva kurang dari biasanya, maka hal tersebut dapat menyebabkan keadaan mulut kering atau xerostomia. Oleh karena itu, pastikan anak Anda minum air putih yang cukup saat beraktivitas.

  • Bernapas lewat mulut

Proses bernapas melalui mulut (akibat hidung tersumbat maupun kebiasaan buruk saat tidur) dapat mencegah saliva untuk membasuh bakteri penyebab bau mulut dari dalam mulut

  • Bakteri pada lidah

Sebagian besar bakteri penyebab bau mulut terletak pada lidah. Jika lidah tidak disikat, maka akan terjadi penumpukan bakteri yang bisa menyebabkan bau mulut.

  • Infeksi di dalam mulut dan gigi berlubang

Bau mulut juga dapat disebabkan oleh lubang gigi, penumpukan plak, sariawan atau bedah mulut. Karenanya, segera periksakan ke dokter gigi bila anak Anda memiliki gigi berlubang.

  • Benda asing

Menurut Ahli kedokteran spesialis anak, benda asing yang tersangkut di dalam hidung atau jalur napas dapat menimbulkan bau busuk, penyebab bau mulut. Rasa ingin tahu anak yang tinggi sering kali membuat anak memasukkan benda kecil, seperti manik-manik, kacang-kacangan, mainan mungil atau makanan, ke lubang hidungnya. Jika Anda mendapati keadaan seperti ini, segeralah bawa anak Anda ke dokter untuk ditindaklanjuti.

  • Jenis makanan tertentu

Jika anak Anda mengonsumsi makanan dengan aroma kuat, seperti bawang putih, bawang Bombay, dan rempah-rempah, maka hal tersebut dapat mengganggu kesegaran napasnya.

  • Obat-obatan

Terkadang, cara obat-obatan bekerja di dalam tubuh dapat menimbulkan bau mulut. Proses lepasnya zat kimia dari obat-obatan dapat menyebabkan bau mulut.

  • Infeksi rongga sinus

Jika anak Anda mengalami sakit tenggorokan atau hidung tersumbat, mungkin saja anak Anda mengalami gejala infeksi pada rongga sinusnya. Gangguan rongga sinus menyebabkan cairan terkumpul pada jalur napas dan tenggorokan, yang merupakan tempat yang baik bagi bakteri berkumpul dan berkembang. Hal tersebut menyebabkan napas berbau, yang tidak dapat disembuhkan hanya dengan menyikat gigi dan berkumur dengan obat kumur. Bila mendapati kondisi seperti ini, segera periksakan anak Anda ke dokter agar dapat  segera ditindaklanjuti. 

  • Pembengkakan Tonsil

Cara mengetahuinya, ambil senter dan lihat ke dalam mulut anak Anda. Keadaan tosil yang normal umumnya berwarna merah muda dan tidak berbintik. Tonsil yang terinfeksi warnanya berubah menjadi merah, meradang, memiliki bintik putih dan berbau tidak sedap. Jika tonsil anak Anda tampak bengkak dan kemerahan, segera periksakan hal ini ke dokter, dan mintalah resep antibiotik untuk mengatasi gangguan tersebut.

Untuk mengatasi masalah bau mulut pada anak, beberapa hal yang harus Anda perhatikan adalah:

  1. Pastikan anak Anda menyikat gigi dan bagian lidahnya setiap hari
  2. Pastikan anak mengganti sikat giginya setiap 2-3 bulan sekali
  3. Pastikan anak menjaga kesehatan tubuhnya dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan berserat
  4. Pastikan anak menghindari pemakaian obat kumur yang mengandung alkohol
  5. Pastikan anak untuk mendapatkan pemeriksaan ke dokter gigi dan dokter umum secara rutin. 

0 Komentar

Belum ada komentar