Sukses

Prof. Yati, Dokter Indonesia Penggagas Vaksin Rotavirus

Prof. dr. Sri Suparyati, Sp.A.(K), Ph.D, atau biasa di sapa Prof. Yati, adalah seorang cendekiawan asal Indonesia yang turut memberikan sumbangsih pada kesehatan anak di seluruh dunia. Berikut selengkapnya.

Angka kematian bayi dan balita di Indonesia merupakan masalah yang terus menjadi momok dan perhatian seluruh pasang mata. Diare akibat paparan virus adalah penyakit yang paling berkontribusi dalam menambah angka ini

Fakta terkait hal ini adalah salah satu hasil dari penelitan yang dilakukan oleh Prof. dr. Sri Suparyati, Sp.A.(K), Ph.D – seorang dokter dari Indonesia. Beliau adalah seorang profesor dalam bidang kedokteran anak sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Bersama dengan seorang peneliti dari Australia, Prof. Ruth Bishop, profesor yang biasa dipanggil Prof. Yati ini telah meneliti diare pada anak selama 40 tahun, yaitu sejak tahun 1976.

Hasil penelitian yang dilakukan olehnya membuka mata banyak orang, bahwa diare tidak melulu disebabkan oleh bakteri atau parasit sehingga tidak harus diberikan antibiotik.

Rotavirus merupakan penyebab tertinggi penyakit diare yang kerap menyerang bayi usia 6 bulan ke atas dan anak-anak di bawah usia 3 tahun. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), rotavirus telah menyebabkan kematian sekitar setengah juta bayi/balita di seluruh dunia setiap tahunnya.

Diare yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease), asalkan daya tahan tubuh serta status hidrasi tetap terjaga dengan baik. Kendati demikian, karena berbagai faktor sering kali kegawatan dalam diare ini tidak terdeteksi sehingga terlanjur parah dan sulit terselamatkan.

Salah satu langkah yang dapat melindungi bayi dan anak-anak dari ancaman diare akibat virus ini adalah vaksinasi – yaitu vaksin rotavirus. Karena hal ini, Prof. Yati pun menggagas produksi vaksin terkait di dalam negeri.

Atas penelitiannya, pada tahun 2009 The Asian Pacific Pediatric Association (APPA) memberikan penghargaan Pediatric Award pada beliau. Profesor Yati adalah satu dari 12 penerima penghargaan APPA yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. Beliau adalah satu-satunya wakil dari Indonesia yang terpilih dari sejumlah 2.500 dokter ahli anak se-Asia Pasifik yang masuk seleksi.

Indonesia patut berbangga memiliki seorang cendikiawan seperti Prof. Yati. Kepedulian dan ketekunanannya untuk mengembangkan dunia kesehatan, khususnya kesehatan anak, telah memberikan manfaat yang sangat besar dalam membantu menurunkan angka kematian bayi akibat diare di Indonesia dan di seluruh dunia.

Data dari UNICEF menunjukkan bahwa jumlah kematian anak di bawah usia 5 tahun telah berkurang, dari 385.000 pada tahun 1990 menjadi 152.000 pada tahun 2012. Penurunan angka ini tentu tidak lepas dari jasa dan pengabdian yang diberikan Prof. Yati pada bangsa dan negara ini. [NB]

1. Dokter Pejuang di Era Kemerdekaan Indonesia:

2. Dokter Pejuang di Era Sekarang:

0 Komentar

Belum ada komentar