Sukses

Nafsiah Mboi, Dokter Masa Kini Berjiwa Pejuang

Nafsiah Mboi, Dokter Advokat ODHA dan Pejuang Kesetaraan Gender Tingkat Dunia. Baca selengkapnya di sini.

Ibu dokter Nafsiah Mboi merupakan salah satu tokoh Indonesia di bidang kesehatan. Kita mengenalnya sebagai salah satu mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Walaupun beliau hanya menjabat sebagai Menteri Kesehatan dari tahun 2012 hingga 2014 lalu, sebenarnya kiprah beliau dalam dunia kesehatan Indonesia sudah dimulai jauh sebelum itu. Sebagai catatan, dr. Nafsiah Mboi telah berkarier di dunia medis selama lebih dari tiga puluh tahun.

Dokter bernama lengkap Andi Nafsiah Walinono Mboi ini lahir di Sengkang (Sulawesi Selatan) pada tanggal 14 Juli 1940.  Beliau mengambil spesialisasi anak dari Universitas Indonesia dan mendapatkan gelar Master of Public Health (MPH) dari Institute of Tropical Medicine dari Belgia. Selesai menjalani pendidikan di Universitas Indonesia, dokter Nafsiah Mboi sempat mengabdikan diri di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana beliau menjalankan tugas sebagai istri gubernur NTT sekaligus menjadi dokter anak. Disanalah beliau mulai melihat berbagai permasalahan kesehatan dan wanita yang cukup pelik.

Kiprah dr. Nafsiah Mboi di bidang HIV dan kesetaraan gender membuatnya dipercaya menjadi direktur gender dan kesehatan wanita di WHO pada tahun 90-an. Selain itu, beliau juga dipercaya untuk menjabat sebagai sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS di Indonesia sejak tahun 2006. Dari situlah beliau berperan aktif untuk berupaya menghentikan penyebaran HIV dan AIDS di Indonesia serta meningkatkan derajat wanita Indonesia.

Menurutnya, tantangan untuk memberantas HIV di Indonesia masih sangat tinggi. Kondisi demografis Indonesia yang berupa negara kepulauan adalah salah satu tantangan sistem kesehatan nasional termasuk penanggulangan HIV-AIDS yang masih menjadi pe-er besar negeri ini. Selain itu beberapa hal yang menyebabkan tingginya angka HIV-AIDS di Indonesia adalah angka pengguna narkoba suntik, pekerja seksual yang masih tinggi dan hubungan seks antar pria yang tidak aman. Rendahnya posisi wanita dalam tatanan masyarakat juga turut  meningkatkan  kerentanan wanita terhadap HIV-AIDS.

Memberantas HIV-AIDS serta meningkatkan kesetaraan gender di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Besarnya dana dan tenaga yang harus dikerahkan untuk keberhasilan program ini adalah hal-hal yang masih memerlukan pemikiran serius. Kesadaran masing-masing individu sangat berperan dalam mendukung keberhasilan program ini. Menghindari penggunaan jarum suntik bergantian, setia dengan pasangan, serta menjalani pengobatan HIV dengan patuh merupakan kunci utama untuk mengurangi penyebaran HIV.

Semangat dan kerja keras dr. Nafsiah Mboi sudah sepatutnya menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih menyayangi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya agar tidak terinfeksi HIV-AIDS. Semoga Indonesia dapat melahirkan generasi muda penerus dr. Nafsiah Mboi yang perduli akan pemberantasan HIV-AIDS serta keseteraan gender. [RH]

1. Dokter Pejuang di Era Kemerdekaan Indonesia:

2. Dokter Pejuang di Era Sekarang:

0 Komentar

Belum ada komentar