Sukses

White Tea dan Green Tea, Apa Bedanya?

White tea (teh putih) dan green tea (teh hijau) merupakan jenis teh yang berasal dari tanaman bernama Camellia sinensis. Lalu, apa bedanya?

White tea (teh putih) dan green tea (teh hijau) juga merupakan jenis teh yang berasal dari tanaman bernama Camellia sinensis. Pada umumnya, warna daun teh menunjukkan berapa banyak oksidasi yang telah terjadi. Kedua jenis teh tersebut mengandung kadar antioksidan yang sama dan polyphenol yang tinggi. Polyphenol sendiri bermanfaat sebagai anti-oksidan yang banyak manfaatnya untuk tubuh.

Green tea berasal dari daun yang belum teroksidasi. Sedangkan white tea berasal dari daun muda dan pucuk daun. White tea sebenarnya merupakan jenis teh yang paling sedikit mengalami pemrosesan lewat pabrik bila dibandingkan dengan teh lain. Selain itu white tea memiliki rasa manis alami.

Kedua jenis teh ini sama-sama memiliki kandungan catechins yang tinggi, dimana catechins merupakan jenis polyphenol yang banyak memiliki manfaat kesehatan untuk tubuh. Manfaatnya antara lain menjaga kesehatan jantung, membantu mengurangi kadar kolestrol, mengurangi resiko kanker dan mengurangi berat badan.

Walaupun sama-sama mengandungantioksidan, white tea memiliki kadar yang lebih tinggi sehingga lebih baik untuk kesehatan. Sedangkan green tea lebih banyak mengandung kafein. Kadar kafein di green tea mencapai 20 gr dan pada white tea sebanyak 15 gr.

ManfatKesehatan

Green Tea

Penelitian yang dilakukan oleh Teh University of Maryland Medical Center menemukan bahwa green tea dapat mencegah perkembangan sel kanker pada beberapa jenis organ; seperti payudara, kerongkongan, prostat, dan lambung. Penelitian juga menunjukkan bahwa green tea terbukti efektif dalam mencegah pembentukan plak jantung atau aterosklerosis dan kolestrol tinggi. Kedua hal ini merupakan pemicu serangan jantung.

White Tea

Dalam pencegahan terhadap penyakit kanker, white tea ternyata lebih unggul dibandingkan green tea. Sebuah penelitian yang dilakukan di Linus Pauling Institute menunjukkan bahwa white tea bermanfaat dalam mencegah kanker usus. Hal ini dikarenakan kandungan polyphenol yang lebih tinggi di white tea.

Sebuah penelitian lain oleh Rios dkk menyebutkan bahwa efek white tea ditemukan dapat menghambat kanker pada tikus dengan cara menghambat 2-amino-1-methyl-6-phenylimidazo[4,5-b]pyridine (PhIP)

Varian white tea lainnya; Silver Needle, Flowery Pekoe, Mutan White, dan Exotica China White juga terbukti memiliki efek antimutasi gen. Mutasi merupakan perubahan genetik yang dapat memicu sel menjadi kanker.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar