Sukses

Kandungan Vaksin Palsu, Berbahayakah?

Vaksin palsu menjadi suatu hal yang sedang heboh belakangan ini. Sebenarnya, apa kandungan vaksin palsu dan berbahayakah kandungan tersebut? Berikut info medis dari dr. Reza Fahlevi.

Isu mengenai vaksin palsu akhir-akhir ini sangat merebak. Pelaku pemalsuan vaksin juga telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Berita mengenai vaksin palsu ini sangat membuat masyarakat khawatir. Pasalnya, vaksin palsu tersebut memiliki kandungan yang tentunya berdampak bagi kesehatan.

Vaksin dan Imunisasi

Tujuan imuniasi adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap jenis kuman penyebab penyakit tertentu. Di dalam vaksin yang asli, terdapat kuman yang dilemahkan atau komponen tertentu dari kuman yang dapat menyebabkan munculnya reaksi pembentukan zat antibodi dalam tubuh, sehingga tubuh dapat melawan infeksi kuman tersebut di kemudian hari.

Vaksin Palsu

Secara fisik, vaksin palsu yang beredar saat ini sangat mirip dengan vaksin asli sehingga sangat sulit untuk dibedakan dengan vaksin asli. Membedakan vaksin palsu dengan yang asli membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk melihat apa kandungan yang terdapat di dalam vaksin tersebut.

Jika vaksin yang dipalsukan sudah pasti memiliki kandungan yang tidak dapat merangsang tubuh untuk membentuk antibody, sehingga vaksinasi yang dilakukan akan bersifat sia-sia.

Lantas, apa sebenarnya yang terkandung dalam vaksin palsu yang beredar saat ini?

Kandungan Vaksin Palsu

Vaksin palsu yang beredar saat ini dilaporkan mengandung cairan infus dan obat antibiotik yang bernama gentamisin. Jika dilihat dari kandungannya, kedua zat ini bukan merupakan zat berbahaya. Apalagi satu vaksin yang disuntikkan hanya mengandung 0.5 cc cairan tersebut, yang artinya masih dalam batas dosis normal. 

Namun demikian, cara pembuatan vaksin palsu tersebut tidak terjamin tingkat kebersihan dan sterilitasnya, sehingga memungkinkan adanya kontaminasi kuman di dalam vaksin palsu. Kontaminasi kuman tersebut dapat menyebabkan gejala infeksi atau peradangan pada lokasi suntikan.

Hingga saat ini sebenarnya penyebaran vaksin palsu diperkirakan tidak lebih dari 1% di daerah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Penyebarannya terdapat pada klinik dan rumah sakit swasta kecil. Sedangkan untuk puskesmas dan rumah sakit negeri, distribusi vaksin di awasi oleh pemerintah. Selain itu, distribusi vaksin untuk puskesmas dan rumah sakit negeri menggunakan produsen dan distributor yang terjamin keasliannya sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Begitu pula dengan rumah sakit swasta besar, biasanya rumah sakit besar memiliki distributor vaksin yang terpercaya.

Namun jika Anda memiliki kecurigaan bahwa vaksin yang diberikan pada anak Anda merupakan vaksin palsu, Anda dapat melaporkannya ke pihak kepolisian atau dinas kesehaan setempat. Tanda yang mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin palsu adalah infeksi pada lokasi bekas suntikan imunisasi.

Tetaplah waspada, namun tidak perlu khawatir berlebihan terhadap berita vaksin palsu yang beredar saat ini.

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar