Sukses

Kenali Bahaya Sinar Matahari bagi Kulit

Sedari kecil kita sudah sering mendengar mengenai efek baik sinar matahari. Sayangnya sinar matahari juga memiliki efek berbahaya.

Sinar matahari dapat memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, kecukupan vitamin D akan memengaruhi proses pembentukan tulang. Sementara pada orang dewasa, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang keropos.

Terlepas dari keuntungan yang didapat, ternyata sinar matahari juga berkontribusi dalam menyebabkan penuaan pada kulit. Seiring dengan waktu, sinar ultraviolet akan merusak serat kolagen dan elastin (lapisan dermis kulit). Akibatnya kulit tampak keriput, kendur, dan pori-pori membesar. Kulit juga menjadi lebih mudah memar karena hilangnya bantalan kulit tersebut.

Selain itu, radiasi ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari dapat menembus kulit dan menyebabkan terjadinya kanker kulit. Terlalu banyak radiasi ultraviolet akan merusak materi genetik yang ada di sel kulit. Bila kerusakan ini terus berlanjut, akan membuat pertumbuhan sel kulit menjadi tidak terkontrol sehingga terjadi kanker kulit.

Perlu diketahui, kanker kulit saat ini menjadi jenis kanker yang paling sering muncul, dan angkanya terus meningkat. Semua orang berisiko terkena kanker. Namun risiko pada kelompok tertentu risiko kanker kulit cenderung meningkat. Misalnya individu dengan warna kulit terang, riwayat kanker kulit pada keluarga, bekerja di ruang terbuka, dan iklim yang tropis. Oleh sebab itu, kepedulian mengenai peranan sinar matahari terhadap timbulnya kanker kulit perlu ditingkatkan.

Cara terbaik untuk menghindari bahaya sinar matahari adalah dengan melakukan beberapa upaya berikut:

  • Hindari sinar matahari antara jam 10 pagi hingga 2 siang.
  • Selalu gunakan SPF lotion dengan kandungan SPF minimal 24, 15-30 menit sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari. Aplikasikan ulang setiap 2-4 jam sekali, karena seiring dengan waktu dan aktivitas yang Anda lakukan efek perlindungannya akan berkurang.
  • Lindungi kulit dari terpaan sinar matahari langsung dengan menggunakan pakaian atau pelindung lainnya (topi lebar atau payung).
  • Gunakan kacamata dengan proteksi terhadap sinar ultraviolet untuk mencegah terjadinya keriput dini di sekitar mata.

Jadi ingat, selain sebagai sumber vitamin D, sinar matahari juga mempercepat munculnya tanda penuaan pada kulit. Dan pada kelompok berisiko tinggi, efek buruk seperti kanker kulit yang mungkin muncul akibat terpaan sinar matahari terkadang mengalahkan manfaatnya. Bila hal ini terjadi, makanan atau suplemen yang mengandung vitamin D dapat menjadi solusi yang baik untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin D. (RS)

0 Komentar

Belum ada komentar