Sukses

Kiat Sukses Menyusui Bayi

Jangan sepelekan kegiatan menyusui! Menyusui bayi dengan baik dan benar akan memengaruhi tumbuh kembangnya pada masa mendatang.

Menyusui merupakan sebuah hal mulia yang dilakukan oleh seorang wanita. Tujuan utama menyusui bayi adalah memastikan bayi mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk proses tumbuh kembangnya. Agar tujuan tersebut tercapai, ada beberapa kiat yang dapat Anda coba demi keberhasilan menyusui:

  1. Pelajari tanda-tanda lapar bayi

Banyak orangtua yang berpikir bahwa menangis merupakan tanda lapar bayi, sehingga bayi baru diberikan ASI ketika menangis. Ternyata, persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Menangis memang merupakan salah satu tanda lapar bayi, namun itu merupakan salah satu tanda akhir kelaparan bayi. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali tanda-tanda awal kelaparan bayi.

Ketika bayi lapar, ia akan bangun dan aktif bergerak. Ia dapat meletakkan jari atau tangannya ke mulut, melakukan gerakan mengisap dengan mulutnya, atau memutar wajahnya untuk mencari payudara. Jika ada sesuatu yang menyentuh pipi bayi seperti tangan, bayi akan menuju tangan tersebut dan mengisapnya. Jika bayi menunjukkan tanda ini, segeralah berikan ASI pada bayi. Jangan menunggu sampai bayi menangis, karena Anda akan lebih sulit menyusui jika bayi dalam keadaan sedih.

  1. Ikuti kemauan bayi Anda

Lama menyusui dapat berbeda antara satu bayi dengan bayi lainnya. Usahakan untuk mengikuti keinginan bayi saat menyusui. Sebagian bayi mengisap ASI dari kedua payudara ibu setiap kali menyusui, sebagian lainnya hanya mengisap satu payudara saja. Biarkan bayi Anda menghabiskan satu payudara terlebih dahulu, baru kemudian berikan payudara sebelahnya. Mengapa demikian?

Ternyata kompoisisi ASI pada saat awal menyusui dan akhir menyusui sedikit berbeda. ASI bagian akhir mengandung lemak lebih banyak sehingga lebih baik menghabiskan ASI pada satu payudara terlebih dahulu, barulah memberikan payudara sebelahnya. Bayi Anda akan berhenti menyusu ketika ia selesai menyusu atau tertidur.

  1. Mengetahui kapan harus membangunkan bayi

Bayi menyusui sekitar 8-12 kali sehari dalam beberapa minggu pertama setelah lahir. Anda perlu membangunkan bayi Anda untuk menyusu jika bayi Anda telah tidur selama 4 jam setelah terakhir kali menyusu. Namun, pastikan Anda membangunkan bayi Anda dengan cara yang tepat.

Beberapa cara untuk membangunkan bayi adalah dengan mengganti popok bayi, melakukan kontak kulit Anda dan bayi, atau memijat punggung, perut, dan kaki bayi dengan lembut.

  1. Hindari kebingungan saat bayi belajar menyusui

Penggunaan empeng atau botol dot pada beberapa minggu pertama setelah lahir dapat menyebabkan kebingungan puting pada bayi Anda. Jika terjadi kebingungan puting, maka proses menyusui akan menjadi lebih sulit dilakukan.

Selain itu, jangan berikan susu formula kepada bayi, kecuali ada alasan medis tertentu karena dapat menimbulkan kebingungan bayi akibat perbedaan rasa ASI dan susu formula. Jika tidak ada indikasi medis tertentu, bayi lebih baik diberikan ASI saja selama 6 bulan pertama. Ini akan membantu tubuh Anda untuk memproduksi ASI lebih banyak dan menjaga bayi Anda dari kebingungan saat belajar menyusui.

  1. Tidur satu kamar dengan bayi

Biarkan bayi tidur dalam ranjang bayi di kamar Anda, sehingga Anda dapat menyusuinya dengan mudah pada malam hari. Namun, hindari menidurkan bayi seranjang dengan Anda untuk mencegah jatuh atau terhimpitnya bayi saat Anda tertidur. Tidur sekamar dengan bayi dapat membuat Anda lebih mudah memantau keadaan dan kebutuhan bayi.

Semoga kiat-kiat di atas bermanfaat demi keberhasilan proses menyusui Anda. [RS]

0 Komentar

Belum ada komentar