Sukses

Inilah Penyebab Kematian Mendadak Usia Muda

Kematian mendadak tak hanya bisa terjadi pada usia tua, tetapi juga di usia muda. Apa yang menjadi penyebabnya? Simak ulasannya berikut ini.

 

Kita banyak mendengar mengenai kematian mendadak yang terjadi di usia muda. Biasanya terjadi saat sedang tidur, berolahraga, atau beraktivitas biasa.

Penyebab yang mendasarinya cukup bervariasi, tetapi paling sering berkaitan dengan masalah jantung dan pembuluh darah.

Henti jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian pada atlet muda, meski jumlah kasusnya secara pasti belum diketahui.

Di samping itu, kematian mendadak pada usia muda dapat terjadi akibat masalah non-kardiak atau di luar masalah jantung.

Berikut adalah beberapa penyebab kematian di usia muda lainnya:

1. Gangguan Irama Jantung 

Gangguan irama jantung atau yang disebut dengan aritmia merupakan kondisi detak jantung tidak normal. Detak jantung dapat lebih cepat, lebih lambat, atau tidak teratur. 

Aritmia merupakan kondisi yang serius karena penderitanya dapat mengalami gejala-gejala berikut:

  • Mudah lemas
  • Penurunan kesadaran
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Henti jantung mendadak

Tak hanya pada usia tua, gangguan irama jantung dapat terjadi pada mereka yang berusia muda dan menjadi salah satu penyebab kematian di usia muda. 

Artikel Lainnya: Asupan Tidak Sehat Ini Bikin Anda Cepat Mati!

1 dari 4 halaman

2. Miokarditis

Miokarditis merupakan salah satu penyebab kematian mendadak pada usia muda yang cukup sering, yaitu sekitar 11 persen berdasarkan hasil sebuah studi.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami peradangan pada otot jantung, sehingga kemampuan otot jantung untuk memompa darah menjadi berkurang.

Penyebabnya meliputi infeksi, baik infeksi virus, bakteri, maupun patogen lainnya, serta beberapa penyakit autoimun.

Gejala yang dialami penderita miokarditis, seperti: 

  • Lemah
  • Sesak napas
  • Demam
  • Nyeri dada
  • Gejala lain, seperti nyeri atau bengkak pada sendi 

3. Kardiomiopati Hipertrofik 

Kardiomiopati hipertrofik merupakan penyakit yang biasanya diturunkan atau terkait dengan genetik. Penderitanya akan mengalami penebalan dinding jantung.

Kondisi tersebut akan membuat sistem elektrik dalam jantung terganggu, sehingga irama jantung pun akan terganggu dan menimbulkan henti jantung mendadak.

Kardiomiopati hipertrofik merupakan salah satu penyebab kematian di usia muda, khususnya di bawah usia 30 tahun dan biasanya tidak terdeteksi sebelumnya. 

Artikel Lainnya: Waspada, Kerja Lembur Bisa Menyebabkan Kematian!

2 dari 4 halaman

4. Diseksi Aorta

Diseksi aorta merupakan kondisi ketika dinding pembuluh darah aorta mengalami robekan. Aorta adalah pembuluh darah besar di tubuh manusia yang bertugas mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Adanya robekan pada aorta termasuk kondisi gawat darurat dan tak jarang menyebabkan kematian, termasuk pada usia muda.

Gejalanya adalah nyeri dada. Nyeri dirasakan seperti sedang disayat atau dirobek. Tak hanya di dada, nyeri juga bisa muncul di perut. 

5. Epilepsi

Epilepsi merupakan salah satu penyebab non-kardiak (bukan berkaitan dengan penyakit jantung), yang bisa mengakibatkan kematian di usia muda.

Para penderita epilepsi berisiko mengalami Sudden Unexpected Death in Epilepsy atau SUDEP.

Pada kondisi SUDEP, kematian terjadi bukan karena kecelakaan, tenggelam, atau sebab lain yang diketahui. Berdasarkan studi, ada 1.16 kasus SUDEP dari setiap 1.000 orang dengan epilepsi

Artikel Lainnya: Awas! Kolesterol Tinggi di Usia Muda Sebabkan Kematian Mendadak

3 dari 4 halaman

6. Perdarahan Otak

Perdarahan otak atau intraserebral merupakan tipe stroke yang dapat terjadi pada usia muda.

Sebuah studi menunjukkan, 23% pasien muda meninggal akibat perdarahan intraserebral. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah pecah sehingga menimbulkan perdarahan di otak.

Gejala biasanya berupa sakit kepala, muntah, kelemahan anggota gerak, dan penurunan kesadaran.

7. Emboli Paru 

Emboli paru terjadi ketika gumpalan darah menyumbat pembuluh darah arteri pada paru-paru. Kondisi ini bisa menghambat aliran darah ke sebagian paru-paru.

Penderitanya akan mengalami gejala-gejala berikut:

  • Sesak napas yang timbul secara mendadak ataupun perlahan
  • Nyeri dada atau punggung
  • Batuk kering atau batuk darah
  • Merasa pusing
  • Lemas
  • Pingsan

Penyakit-penyakit di atas merupakan beberapa penyebab kematian di usia muda. Untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, setidaknya setahun sekali.

Mulailah praktikkan pola hidup sehat, seperti aktif bergerak, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan berhenti merokok. 

Bila membutuhkan konsultasi terkait gaya hidup sehat, jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar