Sukses

Penyebab dan Solusi Payudara Bengkak saat Menyusui

Menyusui bukanlah perkara yang remeh dan gampang. Selain cukup menguras tenaga dan pikiran ibu, terkadang muncul masalah payudara bengkak) selama proses menyusui.

Menyusui adalah tahap yang esensial dalam mengawal pertumbuhan dan perkembangan bayi. Air Susu Ibu (ASI) ekslusif adalah asupan terbaik bagi bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Namun proses menyusui bukanlah perkara yang remeh dan gampang. Selain cukup menguras tenaga dan pikiran ibu, ada kalanya muncul gejala pembengkakan payudara (breast engorgement) selama proses menyusui.

Pembengkakan Payudara

Saat ASI yang dikeluarkan tidak lancar, payudara akan terasa lebih berat dan berisi. Bila kondisi ini diteruskan, pembengkakan akan semakin berlanjut hingga menimbulkan rasa padat dan nyeri. Gejala tambahan lain yang mungkin dirasakan, misalnya perasaan hangat dan keras pada payudara, badan terasa demam, dan adanya benjolan pada ketiak (kelenjar yang membesar).

Kondisi pembengkakan payudara (breast engorgement) akibat penumpukan ASI merupakan kondisi yang harus ditangani secepatnya. Pasalnya, pembengkakan payudara dapat menjadi awal mula terjadinya Mastitis –kondisi peradangan payudara akibat infeksi kuman. Mastitis akan menimbulkan gejala iritasi payudara yang lebih berat dan akan sangat mengganggu proses menyusui.

Penyebab Payudara Bengkak

Penyebab utama dari pembengkakan payudara adalah ketidakseimbangan antara produksi ASI dan pengeluarannya, sehingga ASI tertimbun di dalam payudara dan menimbulkan pembengkakan payudara.

Kondisi ini umumnya terjadi pada:

  1. Saat pertama kalinya ASI keluar setelah kolostrum, beberapa hari setelah kelahiran.
  2. Bila ibu tidak dapat menyusui atau memompa ASI secara rutin seperti biasanya.
  3. Bila ibu mendadak berhenti menyusui.
  4. Bila bayi mendadak menyusui lebih sedikit dari biasanya, misalnya saat bayi sakit, nafsu makan menurun, atau mulai mengonsumsi makanan padat.

Cara Mencegah Payudara Bengkak

Untuk mencegah terjadinya pembengkakan payudara, Anda perlu segera menyusui setelah melahirkan. Kemudian, menyusui secara teratur minimal 8 kali dalam waktu 24 jam hingga bayi benar-benar merasa puas dan kenyang.

Dengan begitu, ASI dapat dikeluarkan secara sempurna dan tidak tertahan di dalam payudara Anda. Apabila ada waktu menyusui yang terlewati, sebaiknya ASI dipompa keluar menggunakan pompa payudara (atau tangan) dan dimasukkan ke dalam botol. Bila tiba waktunya memberikan makanan pendamping ASI pada bayi, maka berikan secara perlahan dan tetap pompa ASI Anda.

Cara Mengatasi Payudara Bengkak

Bila pembengkakan payudara telah terjadi, Anda dapat memberikan kompres hangat pada payudara sebelum menyusui untuk memperlancar ASI. Kemudian, berikanlah kompres dingin selama 10 menit setelah menyusui untuk mengurangi pembengkakan.

Lakukan pemijatan lembut pada payudara di antara waktu menyusui bayi untuk tujuan memperlancar ASI. Selain itu, menyusui atau memompa ASI keluar saat payudara bengkak juga dapat mengurangi pembengkakan.

Namun apabila nyeri terasa begitu hebat disertai dengan munculnya kemerahan pada payudara, maka sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter untuk memperoleh obat pereda nyeri dan memperkecil kemungkinan adanya infeksi pada payudara. [NB]

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar