Sukses

Mengapa Payudara Ibu Bisa Hasilkan ASI?

Mengetahui bagaimana payudara memproduksi ASI akan membantu Anda memahami proses menyusui.

ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi. ASI dihasilkan oleh payudara wanita. Hal ini merupakan sebuah proses alami yang terjadi pada seorang wanita.

Mengetahui bagaimana payudara memproduksi ASI akan membantu Anda memahami proses menyusui. Sebelum mengetahui bagaimana cara tubuh wanita menghasilkan ASI, Anda perlu mengetahui bagian-bagian yang terdapat pada payudara seorang wanita.

Bagian luar payudara terdiri dari kulit, areola, dan puting. Areola merupakan bagian di sekitar puting yang berwarna lebih gelap dibandingkan warna kulit payudara. Puting merupakan bagian menonjol pada puncak payudara yang memiliki saluran untuk mengeluarkan ASI. Puting dan areola kaya akan ujung serabut saraf.

Jaringan saraf pada payudara membuat payudara sensitif terhadap sentuhan, sehingga dapat membantu pengeluaran ASI saat bayi mengisap puting serta membantu produksi ASI. Pada keadaan normal, bagian luar payudara akan tampak mulus, tidak berbenjol-benjol, tidak memerah, dan tidak bengkak.

Bagian dalam payudara terdiri dari kelenjar penghasil ASI, jaringan lemak, jaringan ikat, pembuluh darah, dan pembuluh getah bening

Lantas, bagaimana cara payudara menghasilkan ASI?  

Telah disebutkan di atas bahwa payudara memiliki kelenjar penghasil ASI. Kelenjar ini terdiri dari sel-sel khusus yang mampu menghasilkan ASI. Sel-sel ini disebut alveoli. Perkembangan alveoli dipengaruhi oleh hormon dalam tubuh wanita. Alveoli mulai berkembang sejak masa kehamilan. Ketika payudara Anda penuh dan terasa nyeri selama kehamilan, ini berarti alveoli telah siap untuk bekerja. Alveoli memproduksi ASI karena adanya rangsangan dari hormon prolaktin. Hormon ini meningkat ketika bayi mengisap puting ibu, sehingga semakin sering Anda menyusui maka produksi ASI akan semakin banyak.

Hormon lain yang bernama oksitosin menyebabkan kontraksi pada otot di sekitar sel aveoli, sehingga ASI dapat mengalir ke saluran yang bernama saluran susu. Proses mengalirnya ASI ini disebut sebagai let-down reflex (refleks pelepasan ASI). Refleks ini mempermudah ibu untuk menyusui bayi. Refleks pengeluaran ASI terjadi dalam beberapa detik/menit setelah Anda memulai menyusui bayi. Refleks ini juga dapat terjadi ketika Anda memberi makan, mendengar suara tangisan, atau memikirkan bayi Anda. Jika refleks ini terjadi saat Anda tidak sedang menyusui bayi Anda, Anda akan merasakan kontraksi di sekitar puting Anda dan pada sebagian wanita ASI dapat keluar dengan sendirinya.

Demikianlah proses tubuh wanita dalam menghasilkan dan mengeluarkan ASI.  Untuk dapat menghasilkan ASI, seorang ibu tentunya harus mendapatkan asupan nutrisi yang baik serta cadangan lemak yang cukup dalam tubuhnya. Selain itu, istirahat yang cukup dan menghindari stres juga penting agar tubuh Anda dapat menghasilkan ASI untuk memenuhi kebutuhan bayi. [RS]

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar