Sukses

Jangan Sepelekan Denyut Jantung Tidak Teratur

Apakah Anda sering mengalami denyut jantung yang tidak teratur? Jika ya, Anda perlu waspada karena bisa jadi itu adalah tanda fibrilasi atrium.

Fibrilasi Atrium (FA) merupakan kelainan irama jantung berupa detak jantung yang tidak teratur dan sering dijumpai pada populasi di dunia dan di Indonesia.

Gejala-gejala FA di antaranya cepat lelah, irama jantung tak teratur, sesak napas, berdebar, kesulitan mengerjakan pekerjaan sehari-hari, rasa nyeri, dada tertekan dan seperti diikat, pusing, rasa mengambang dan berputar hingga pingsan, serta buang air kencing semakin sering.

FA dapat menyebabkan bekuan darah di jantung yang bila lepas ke sirkulasi sistemik dapat menyebabkan stroke. Di samping itu, FA juga merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung dan serangan jantung.  

“Di Indonesia, sangat disayangkan banyak insiden stroke akibat FA terjadi pada usia produktif, yaitu di bawah usia 60 tahun. Pasien datang ke rumah sakit biasanya sudah dalam keadaan stroke dan setelah diperiksa ternyata disebabkan oleh FA,” ungkap Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K), dalam diskusi “Kenali Fibrilasi Atrium untuk Mengurangi Risiko Stroke” di Rumah Sakit Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Senin 25 Juli 2016.

Pada kasus FA, irama jantung menjadi tidak teratur sehingga kontraksi otot-otot jantung menjadi disinkroni, yang dalam jangka panjang melemahkan pompa jantung dan memicu terjadinya gagal jantung. Pasien yang mengalami gagal jantung akan memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 50% dalam 3 tahun. Namun demikian, jika FA diperbaiki, maka gagal jantungnya dapat disembuhkan.

Menurunkan risiko FA sama dengan menurunkan risiko stroke. Langkah-langkah untuk mengurangi risiko FA adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat (memilih makanan yang rendah lemak jenuh dan menghindari lemak trans serta garam), olahraga yang teratur, hindari merokok, dan pola hidup sehat lainnya.

Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap FA, akan diselenggarakan “Kampanye Kepedulian FA” di Indonesia yang berlangsung pada 24-31 Juli tahun ini.  Dengan kampanye ini, masyarakat diharapkan dapat mengenali gejala, pencegahan dan terapi yang dilakukan terhadap FA sehingga bisa menurunkan insiden stroke, gagal jantung dan serangan jantung. [RS]

0 Komentar

Belum ada komentar