Sukses

Penyakit Hepatitis pada Ibu Hamil

Penyakit hepatitis pada dasarnya bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali ibu hamil. Kenali lebih jauh soal hepatitis pada ibu hamil di sini.

Kehamilan umumnya tidak memengaruhi penyakit hepatitis itu sendiri. Kecuali ketika hati telah rusak atau mencapai tahap terbentuk scar (sirosis). Hal ini dapat memicu keadaan yang disebut sebagai acute fatty liver of pregnancy. Pada keadaan ini, wanita hamil akan mengalami kekurangan sejumlah enzim yang dihasilkan oleh hati, yang juga dapat berakibat kepada bayi yang dilahirkan.

Penanganan yang harus segera dilakukan adalah melahirkan bayi. Keadaan ibu dan bayi akan membaik segera setelah proses persalinan, jika kerusakan hati yang terjadi tidak begitu hebat.

Hepatitis A dan Kehamilan

Hepatitis A ditularkan secara fecal-oral melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Penanganan yang terpenting ialah istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang tinggi nutrisi. Biasanya penyakit ini akan sembuh dalam satu atau dua bulan.

Jika bayi yang baru lahir terinfeksi hepatitis A, biasanya ini bersifat ringan dan setelah itu bayi akan mendapatkan imunitas terhadap penyakit ini sepanjang hidupnya.

Jika wanita hamil akan terpajan risiko terinfeksi hepatitis A, misalnya akan melakukan perjalanan dan bersinggungan dengan orang yang terinfeksi, maka dapat diberikan immune gamma globulin (IG) untuk mencegah terifneksi penyakit hepatitis A.

Hepatitis B dan Kehamilan

Hepatitis B merupakan penyakit yang paling berisiko untuk ditularkan dari ibu ke bayi yang akan dilahirkan. Walaupun tanda timbulnya penyakit ini adalah adanya sakit kuning pada ibu yang hamil, namun gejala ini tidak selalu muncul. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pemeriksaan hepatitis B secara rutin untuk semua wanita hamil, terutama saat kunjungan pertama kehamilan.

Penyakit ini dapat ditularkan selama proses persalinan, karena ekspos terhadap darah dan cairan tubuh. Jika pemeriksaan menunjukkan hasil positif pada kunjungan pertama kehamilan, ibu hamil akan menerima hepatitis immune globulin dan disarankan untuk sepenuhnya menghindari konsumsi alkohol.

Hampir 90% bayi yang dilahirkan akan terinfeksi hepatitis B jika tidak dilakukan pencegahan. Bayi yang baru dilahirkan harus diberikan dua kali vaksin di ruang persalinan, seperti vaksin hepatitis B dan hepatitis B immune globulin (HBIG).

Apabila kedua obat ini diberikan secara tepat dalam waktu dua belas jam usia bayi, maka bayi akan memiliki 95% kemungkinan terlindung dari infeksi hepatitis B. Bayi akan menerima dosis tambahan hepatitis B ketika berusia satu dan enam bulan untuk proteksi sempurna terhadap hepatitis B.

Hepatitis C dan Kehamilan

Setiap wanita yang memiliki faktor risiko hepatitis C (seperti pernah menjalani transfusi, terkontaminasi jarum suntik, atau menggunakan obat-obatan suntik) harus melakukan pemeriksaan hepatitis C sebelum dan selama kehamilan.

Risiko seorang wanita hamil menularkan hepatitis C kepada bayi yang akan dilahirkan lebih besar jika ibu tersebut juga mengidap HIV. Sebaliknya, risiko transmisi terhadap bayi lebih ringan sekitar 0-18% jika ibu negatif HIV dan tidak memiliki riwayat penggunaan obat-obatan atau transfusi darah.

Tidak ada pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan hepatitis C.

0 Komentar

Belum ada komentar