Sukses

Anak Terjatuh, Haruskah Menjalani CT Scan?

Saat anak terjatuh, orangtua tentu merasa khawatir kemudian biasanya langsung melakukan pemeriksaan CT scan. Apakah itu memang perlu?

Insiden anak terjatuh di bawah usia lima tahun memang kerap terjadi dan tentunya menimbulkan kekhawatiran orangtua, namun sejauh apa orangtua harus khawatir? Apakah semua anak yang kepalanya terbentur perlu dilakukan pemeriksaan computed tomography scan (CT scan)?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, berikut beberapa tanda yang perlu diketahui agar anak segera dibawa ke dokter terlebih dahulu:

  • Adanya luka di kulit kepala sehingga terjadi perdarahan yang cukup banyak.
  • Mual dan muntah berulang kali (lebih dari tiga sampai empat kali) setelah terjatuh menandakan.
  • Adanya gangguan kesadaran.
  • Anak menjadi gelisah, rewel atau lemas.
  • Pada anak yang sudah berbicara, biasanya mengeluh sakit kepala.
  • Terdapat benjolan besar di kepala.
  • Terdapat tanda gejala cedera kepala berat, seperti:
  • Didapatkan tulang yang tampak masuk ke dalam.
  • Kejang.
  • Keluar darah dari telinga atau hidung.
  • Ubun-ubun di kepala menonjol.
  • Adanya garis retak atau patah tulang pada kepala.
  • Muntah lebih dari lima kali.

Pada anak dengan cedera kepala ringan dan tidak terjadi penurunan kesadaran, boleh untuk tidak segera dibawa ke dokter sambil tetap diobservasi apakah anak tetap aktif bermain.

Saat anak terjatuh juga tidak harus langsung dilakukan pemeriksaan CT scan. Cedera kepala risiko rendah umumnya tidak perlu pemeriksaan CT scan. Namun, untuk risiko cedera sedang dan tinggi, dianjurkan untuk diperiksa dengan CT scan dan harus dilakukan atas anjuran dari dokter setelah dilakukan pemeriksaan fisik sebelumnya.

0 Komentar

Belum ada komentar