Sukses

Jangan Sekali-kali Mendongakkan Kepala Saat Mimisan

Saat mimisan, tak sedikit orang yang mendongakkan kepala untuk mengatasinya. Padahal, cara tersebut tidak sepenuhnya tepat, bahkan bisa membahayakan.

Mimisan, atau dalam dunia medis disebut epistaksis, merupakan suatu kondisi ketika darah keluar dari hidung. Mimisan bukanlah penyakit, melainkan gejala adanya suatu penyakit tertentu. Walaupun dapat terjadi pada siapa saja, mimisan lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang usia lanjut.

Udara yang kering adalah penyebab mimisan yang paling sering. Sebab, udara kering dapat membuat selaput hidung kering dan memicu pengerasan kulit di dalam hidung. Pengerasan kulit ini dapat mencetuskan iritasi. Hal ini kemudian dapat mengakibatkan hidung berdarah.

Konsumsi antihistamin dan dekongestan untuk masalah alergi, pilek, dan lainnya juga dapat membuat selaput hidung kering dan memicu mimisan. Penyebab mimisan lainnya adalah reaksi alergi, cedera pada hidung, udara dingin, paparan bahan kimia iritan, konsumsi aspirin dosis besar, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus mimisan bukanlah hal yang membahayakan, sehingga Anda tak perlu khawatir. Namun, ada beberapa kasus di mana mimisan membutuhkan pertolongan medis atau dokter. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

1 dari 3 halaman

Bahaya Mendongakkan Kepala Saat Mimisan

Pada saat mengalami mimisan, umumnya orang akan mendongakkan kepala. Hal ini dilakukan untuk menghentikan perdarahan agar tidak keluar dari hidung. Padahal dengan mendongakkan kepala justru berbahaya.

Artikel Lainnya: Mimisan saat Terangsang seperti di Kartun, Benarkah Bisa Begitu?

Berikut adalah dampak yang terjadi apabila Anda mendongakkan kepala saat mimisan:

  • Darah akan mengalir ke belakang tenggorokan dan masuk ke saluran cerna sehingga mengiritasi saluran pencernaan.
  • Darah dapat pula tanpa sengaja masuk ke saluran napas dan menyebabkan pneumonia aspirasi.
  • Lebih sulit untuk menghentikan perdarahan dengan cara yang benar, sehingga perdarahan mungkin lebih banyak dan berlangsung lebih lama.
2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Mimisan yang Benar

Jadi, cara yang tepat untuk mengatasi mimisan bukanlah dengan mendongakkan kepala. Berikut adalah penanganan pertama mimisan yang benar yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah:

  • Duduk tegak sedikit condong ke depan, tidak disarankan mendongakkan kepala ataupun berbaring.
  • Dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk, tekan kuat cuping hidung mendekati tulang wajah (agak ke atas).
  • Berikan tekanan selama 10 menit, bernapaslah dari mulut.
  • Jika mimisan belum berhenti, dapat diulangi kembali.

Artikel Lainnya: Mengenal Penyebab Mimisan saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Jika mimisan berlangsung lebih dari 20 menit, artinya Anda memerlukan penanganan medis.

Selain itu, Anda sebaiknya segera mengunjungi unit gawat darurat apabila mimisan dialami oleh anak di bawah usia dua tahun, mengalami kesulitan bernapas, terjadi karena cedera kepala parah atau trauma pada wajah, serta adanya riwayat mengonsumsi obat-obatan pengencer darah.

Untuk mencegah terjadinya mimisan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, seperti:

  • Gunakan humidifier agar udara senantiasa lembap.
  • Hindari mengorek bagian dalam hidung.
  • Batasi konsumsi aspirin, karena dapat memicu timbulnya mimisan. Namun, sebaiknya Anda bicarakan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi aspirin.
  • Gunakan semprotan salin agar saluran hidung tetap lembap.

 

 Nah, itulah bahaya mendongakkan kepala saat mimisan. Jadi, jangan dilakukan lagi, ya. Jika mimisan, lakukan penanganan yang sesuai dan tepat agar perdarahan dapat segera dihentikan. Jika sering mengalami mimisan, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis THT untuk memastikan penyebabnya.

Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar mimisan atau masalah kesehatan lainnya, dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter. Gunakan layanan Live Chat 24 jam yang tersedia di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar