Sukses

Benarkah Minuman Bersoda Dapat Memperlancar Haid?

Minuman bersoda merupakan minuman yang diyakini dapat membantu melancarkan haid. Benarkah hal ini? Berikut info medis dari dr. Theresia Rina Yunita.

Minuman bersoda atau soft drink merupakan minuman berkarbonasi tanpa alkohol dengan sensasi sparkling yang menyegarkan. Minuman ini terbuat dari air, gula dan bahan-bahan kimia seperti pewarna, perasa, pemanis dan pengawet.

Minuman bersoda dikonsumsi dalam jumlah yang besar di seluruh dunia oleh semua kalangan dan usia sebagai minuman yang menyegarkan atau sebagai pengganti minuman beralkohol.

Kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda ini sering kali dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus (penyakit kencing manis), masalah gigi dan tulang, obesitas, pembentukan batu ginjal, serta infertilitas.

Selain itu, sebagian masyarakat juga menganggap bahwa dengan mengonsumsi minuman bersoda, maka jumlah haid akan bertambah banyak sehingga haid pun menjadi lancar.

Benarkah hal ini?

Perlu diketahui, haid normal terjadi dengan siklus 21-35 hari, umumnya berdurasi 3-7 hari, dan volume darah sekitar 30-40 ml.     

Studi yang dilakukan pada perempuan usia reproduktif yang belum pernah melahirkan mendapatkan hasil bahwa mengonsumsi minuman bersoda selama haid dapat meningkatkan volume haid (banyaknya darah), rasa nyeri saat haid dan memperpanjang durasi haid tanpa mempengaruhi siklus haid tersebut.

Bertambahnya nyeri saat haid disebabkan karena bahan-bahan yang terkandung di dalamnya mempengaruhi kontraksi uterus dan mekasime hemostatik. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa minuman bersoda mempengaruhi fungsi sistem reproduksi wanita.

Haid dipercayai merupakan parameter kesuburan seorang wanita. Jadi, jika haid tidak normal maka hal ini akan memengaruhi fertilitas atau kesbuburan wanita tersebut.

Selain itu, studi lain juga menyebutkan bahwa anak perempuan yang mengonsumsi minuman bersoda ataupun minuman manis lainnya cenderung mengalami haid pertama lebih awal dibandingkan anak perempuan lain yang tidak mengonsumsi minuman tersebut.

Jadi dapat disimpulkan bahwa selain mempengaruhi sistem reproduksi wanita, bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam minuman bersoda juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak karena akan berdampak kurang baik bagi kesehatan tubuh Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar