Sukses

Seribu Mukjizat Berpuasa bagi Kesehatan

Selain meningkatkan kesehatan rohani selama bulan Ramadan, berpuasa juga ternyata dapat memberi manfaat positif bagi kesehatan jasmani.

Brand's Essence

Setahun sekali – selama satu bulan penuh – umat Muslim menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Dalam bulan suci tersebut, umat Muslim berpuasa dengan tidak makan, minum, dan merokok sejak matahari terbit hingga matahari terbenam.

Karena mengikuti kalender lunar (Hijriah), hari pertama bulan Ramadan akan terus maju 11 hari setiap tahunnya. Waktu berpuasa di bulan suci ini rata-rata 12 jam.

Namun demikian, di negara-negara tertentu yang berada di bagian atas atau bawah bumi dapat mengalami masa berpuasa hingga 22 jam. Untuk menghindari waktu berpuasa yang terlalu lama, umat Muslim yang ada di negara tersebut diperbolehkan untuk mengadopsi waktu berpuasa di Mekah.

Meskipun wajib hukumnya bagi semua umat Muslim untuk berpuasa di bulan Ramadan, ada pengecualian bagi mereka yang sakit, sedang bepergian, wanita hamil, menyusui, dan sedang menstruasi untuk absen sejenak dari berpuasa.

Sehat Rohani dan Jasmani

Selain semakin mendekatkan diri secara rohani kepada Sang Pencipta, berkah Ramadan juga bermanfaat untuk menjadikan tubuh lebih sehat dan bugar.

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat-manfaat berpuasa untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah memperpanjang angka harapan hidup karena memberikan manfaat kesehatan secara keseluruhan.

Apa lagi manfaat berpuasa lainnya?

  • Menjaga berat badan

Karena kalori yang dimasukkan ke dalam tubuh selama bulan Ramadan dibatasi, puasa dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan persentasi lemak tubuh. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal selepas bulan puasa.

  • Memperlancar peredaran darah

Dalam bidang jantung pembuluh darah, berpuasa terbukti dapat menurunkan detak jantung, tekanan darah, memperbaiki fungsi ventrikel kiri jantung, memperlancar peredaran darah, dan mempercepat pemulihan jantung pascaolahraga. Semua hal tersebut pada akhirnya berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Memperbaiki profil gula darah

Berpuasa juga baik bagi penyandang diabetes atau kencing manis. Karena berpuasa dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan setelah makan, serta meningkatkan sensitivitas insulin. Selain dapat memperbaiki profil gula darah penyandang diabetes, berpuasa juga bermanfaat untuk menurunkan risiko seseorang menyandang diabetes.

Karena kekurangan energi selama berpuasa, tubuh akan “terpaksa” mencari sumber energy lain selain karbohidrat. Sebagai gantinya, lemak akan dipecah menjadi energi. Hasil akhirnya, LDL dan triliserida – kolesterol jahat dalam tubuh – akan menurun, sementara HDL atau kolesterol baik justru meningkat.

  • Menurunkan risiko berbagai penyakit

Selain itu, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa puasa juga bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit autoimun, kanker, penyakit ginjal, penyakit akibat penuaan, dan penyakit saluran pernapasan.

Ibadah puasa selama bulan Ramadan juga melatih kita untuk lebih disiplin, mulai dari bangun tidur, sahur, berbuka, mengatur pola makan, hingga mengatur pola tidur. Kebiasaan yang kurang baik seperti merokok dan mengemil pun dikurangi. Diharapkan gaya hidup sehat yang tercipta selama bulan suci Ramadan akan terus terbawa di kemudian hari.

0 Komentar

Belum ada komentar