Sukses

“GenRe”, Program untuk Lahirkan Remaja Berkualitas

Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencanangkan “GenRe”, suatu program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Yuk, ketahui lebih dalam di sini.

Remaja adalah harapan dan penerus suatu bangsa. Bangsa dengan karakter remaja yang kuat dan memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang baik akan menjadikan negara tersebut kuat pula.

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk usia remaja 10-24 tahun mencapai 67 juta jiwa atau sekitar 30% dari total penduduk. Hal ini sebenarnya merupakan modal yang sangat baik bagi masa depan bangsa Indonesia. Kemudahan akses informasi dan perkembangan dunia yang semakin borderless seharusnya membuat remaja-remaja Indonesia bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun kenyataannya, kemajuan teknologi tersebut masih memberikan dampak negatif yang signifikan akibat disikapi dengan kurang cermat dan kurang cerdas. 

Bonus demografi

Masalah remaja yang patut menjadi perhatian saat ini banyak terkait kesehatan reproduksi. Hubungan seks pranikah pada remaja menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, dan penyebaran infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS. Sedangkan, pernikahan dini akan menimbulkan masalah pendidikan dan kesehatan reproduksi.

Hasil Survei Dasar Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kehamilan remaja usia 15-19 tahun adalah 48 per 1.000 perempuan. Angka ini masih jauh dari target MDGs (Millenium Development Goals) tahun 2015 lalu yang seharusnya mencapai 30 per 1.000 remaja perempuan usia 15-19 tahun.

Masalah kesehatan reproduksi remaja ini merupakan ancaman bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa. Hal ini sangat krusial bagi Indonesia, sebab pada tahun 2020-2030, diperkirakan akan muncul generasi emas sebagai bentuk dari bonus demografi. Bonus demografi merupakan kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada penduduk usia nonproduktif. Pada rentang periode ini, diperkirakan di Indonesia jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) mencapai 70%, sedangkan jumlah penduduk usia nonproduktif (>65 tahun) akan mencapai 30%.

Program Generasi Berencana menuju Generasi Emas Indonesia

Menyadari hal ini, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai perpanjangan tangan pemerintah mencanangkan suatu program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

Program yang disebut GenRe (Generasi Berencana) ini bertujuan untuk memfasilitasi remaja pada masa transisi menjadi dewasa melalui perencanaan pendidikan, karier dan keluarga, dan mendorong mereka menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan fisik. Sasaran dari program ini adalah adalah remaja usia 10-24 tahun dan belum menikah, mahasiswa/mahasiswi yang belum menikah, keluarga yang memiliki anak remaja, dan masyarakat yang peduli terhadap remaja.

Program GenRe sudah diluncurkan oleh BKKBN sejak tahun 2013, namun hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang maksimal, terutama dalam hal pendewasaan usia pernikahan dini. Hasil survei indikator kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) program Kependudukan dan Keluarga Berencana 2015 menunjukkan bahwa 19,2% remaja perempuan merencanakan menikah sebelum usia 22 tahun dan 46,2% remaja laki-laki merencanakan menikah usia 20-25 tahun. Padahal, usia menikah ideal bagi perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki minimal 25 tahun. Pada usia ini, individu dianggap sudah menunjukkan kematangan biologis, psikologis, dan fisik.

Langkah BKKBN melalui program GenRe diharapkan dapat menjadikan kualitas remaja Indonesia menjadi remaja yang mampu bersaing secara global dalam hal kecakapan intelektual, inovasi, produktif dalam hal yang positif, sehat dalam interaksi dengan lingkungan dan masyarakat, serta damai dalam interaksi sosialnya, sehingga Indonesia semakin maju dan diperhitungkan di mata dunia.

Mewujudkan generasi yang terencana membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dan berbagai sektor, agar persoalan remaja dan segala hambatannya dapat diselesaikan dengan bijaksana. Dalam jangka panjang, generasi ini diharapkan dapat mewujudkan Generasi Emas bagi Indonesia.

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar