Sukses

Tanda-tanda Kehamilan Awal yang Wajib Anda Ketahui

Selain terlambat haid, ada pula tanda-tanda kehamilan lain yang wajib Anda ketahui. Dengan tahu sejak dini, Anda pun bisa mempersiapkan kehamilan dengan lebih matang.

Sudah melakukan hubungan seksual secara teratur, namun tanda-tanda kehamilan belum juga dirasakan?

Jangan buru-buru berburuk sangka. Bisa saja, Anda sudah mengalami tanda-tanda kehamilan tanpa disadari.

Pasalnya, tanda kehamilan tidak melulu muncul sebagai kondisi yang dapat dideteksi dengan 'mata telanjang'.

Tanda-tanda Kehamilan Awal yang Jarang Disadari

Nah, agar Anda tidak keliru lagi, berikut ini adalah beberapa tanda kehamilan awal yang perlu diketahui:

  • Terlambat Datang Bulan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa terlambat haid dapat menjadi tanda awal kehamilan.

Perlu Anda tahu, wanita secara umum akan mengalami haid sebanyak 11-13 kali dalam satu tahun. Siklus haid itu sendiri dikatakan normal apabila terjadi dalam rentang 24–35 hari.

Nah, Anda dianggap terlambat datang bulan jika belum juga haid setelah 5 hari atau lebih dari tanggal yang seharusnya.

Contoh, Anda biasanya memiliki siklus haid 24 hari setiap bulan. Apabila setelah hari ke 29 Anda belum juga haid, bisa dibilang bahwa Anda mengalami terlambat datang bulan.

  • Sesak Napas

Sesak napas adalah salah satu keluhan yang bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang hamil muda.

Kondisi ini terjadi akibat gejolak hormon progesteron, yang menstimulasi otak untuk memberi sinyal pada paru-paru untuk menarik udara lebih banyak.

Perlu Anda tahu, sesak napas tidak hanya terjadi di awal kehamilan, tapi juga di akhir menjelang persalinan.

Sesak napas yang terjadi di akhir kehamilan terjadi akibat bentuk janin yang semakin besar, sehingga menghalangi paru-paru untuk berkembang secara optimal. 

  • Ukuran Payudara Bertambah

Wanita yang sedang hamil muda akan mengalami ukuran payudara yang kian bertambah. Selain ukuran, kehamilan juga mengubah bentuk payudara dan warna puting payudara.

Kondisi tersebut terjadi akibat pengaruh hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin yang dilepaskan oleh tubuh wanita saat hamil.

Pada awal kehamilan, perubahan payudara secara keseluruhan umumnya akan menyebabkan sensasi nyeri dan akan terasa geli ketika disentuh.

Kondisi ini umumnya akan mulai terasa pada usia kehamilan empat hingga enam minggu, dan akan terus berlangsung selama trimester pertama.

  • Frekuensi Berkemih Meningkat

Merasa sering buang air kecil beberapa waktu belakangan ini? Jika ya, Anda mungkin sedang mengalami salah satu tanda awal kehamilan.

Faktanya, perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan membuat aliran darah dan cairan ke organ ginjal menjadi lebih optimal.

Sebagai akibatnya, kandung kemih ibu hamil akan lebih sering penuh sehingga peningkatan frekuensi berkemih tak bisa dihindari lagi.

Seiring waktu, peningkatan frekuensi berkemih bisa dialami lebih intens. Ini karena janin yang terus berkeimbang seiring kehamilan membuat kandung kemih ibu hamil makin terdesak.

  • Sangat Mudah Kelelahan 

Tahukah Anda bahwa beberapa wanita hamil bisa merasa sangat lelah meski aktivitasnya sangat sedikit? 

Kelelahan saat hamil bisa terjadi akibat kadar hormon progesteron yang meningkat.

Selain itu, peningkatan frekuensi berkemih yang terjadi saat hamil juga turut menguras energi. Alhasil, ibu hamil sangat rentan mengalami kelelahan.

Pada beberapa ibu hamil, kelelahan tak hanya terjadi di trimester awal, tapi bertahan hingga trimester ketiga.

  • Bercak Darah dari Vagina

Bercak darah yang muncul lebih ringan dari haid dapat menjadi tanda awal kehamilan.

Hal ini merupakan pendarahan implantasi, yang terjadi saat sel telur yang dibuahi menempel pada dinding rahim.

  • Punggung Terasa Nyeri

Rasa nyeri pada punggung bagian bawah dapat menjadi tanda kehamilan awal. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh ligamen yang menjadi longgar.

Pada beberapa kasus, nyeri punggung tak hanya terjadi di awal kehamilan, namun terus berlanjut hingga proses persalinan usai.

Nyeri punggung yang terus terjadi selama kehamilan dipengaruhi oleh ukuran janin yang semakin besar.

  • Kepala Terasa Sakit

Gejolak hormon yang dialami wanita saat hamil muda bisa menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh. Kondisi ini pun dapat menyebabkan berbagai keluhan, salah satunya sakit kepala.

Sakit kepala saat hamil umumnya dirasakan sangat parah di minggu-minggu pertama kehamilan.

Seiring waktu, intensitas keluhan akan berkurang, khususnya setelah memasuki trimester tiga kehamilan.

  • Morning Sickness

Saat hamil muda, tidak sedikit wanita yang mengalami keluhan mual dan mutah. Istilah lain untuk kondisi ini adalah morning sickness.

Meski memiliki nama “morning sickness”, keluhan ini juga dapat terjadi di sore atau malam hari.

Pada beberapa kasus, mual dan muntah yang terjadi akibat morning sickness bisa dialami oleh ibu hamil hingga pertengahan trimester dua.

  • Perubahan Mood Secara Mendadak

Apakah Anda adalah wanita yang belakangan ini sering mengalami mood yang tidak menentu? Bisa jadi itu merupakan salah satu tanda kehamilan awal.

Terjadinya perubahan mood pada ibu hamil diduga akibat gejolak hormon di dalam tubuh.

Digambarkan bahwa ibu hamil yang mengalami kondisi ini akan mengalami suasana hati mirip roller coaster, yang bisa naik dan turun secara mendadak.

  • Sembelit dan Kembung

Sebagian wanita yang sedang hamil muda akan mengalami kesulitan untuk buang air besar (sembelit) dan perut kembung. 

Kondisi ini bisa terjadi akibat peningkatan hormon progesteron, yang memperlambat kinerja saluran pencernaan.

Artikel Lainnya: Ini Lo, 5 Tanda Anda Hamil Bayi Kembar

Apakah terdapat gejala-gejala yang Anda alami? Jika ya, jangan buru-buru memastikan bahwa Anda sedang hamil.

Pasalnya, gejala tersebut tidak sepenuhnya akurat sehingga diperlukan pemeriksaan kehamilan untuk memastikannya.

1 dari 2 halaman

Pemeriksaan untuk Mendeteksi Tanda Kehamilan Awal

Prinsip pemeriksaan untuk mendeteksi tanda kehamilan awal adalah mengukur kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin), yang meningkat pada saat kehamilan.

Ada 2 macam cara untuk mengukur hormon hCG tersebut, yaitu melalui tes urine dengan test pack dan tes darah.

  • Tes Urine dengan Test Pack

Pemeriksaan ini mudah, murah, dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Alat test pack pun dapat dibeli di apotek-apotek tanpa menggunakan resep dokter.

Pemeriksaan urine dapat dilakukan sehari setelah Anda mengalami terlambat datang bulan.

Jika ingin lebih akurat, Anda dapat kembali melakukan tes urine setelah satu minggu mengalami terlambat datang bulan.

Test pack memiliki tingkat keakuratan 97%. Efektivitas tersebut bisa Anda dapati bila melakukan test pack menggunakan urine yang pertama kali keluar setelah bangun tidur.

Pemeriksaan test pack dapat dilakukan dengan cara berikut

  • Mengalirkan urine pada stik test pack
  • Menampung urine di wadah dan mencelupkan stik test pack ke dalamnya
  • Menampung urine di wadah dan meneteskan urine pada stik test pack dengan menggunakan pipet

Setelah melakukan tes, pastikan garis kontrol muncul. Interpretasikan hasil yang didapat sesuai dengan petunjuk pada bungkus test pack.

Artikel Lainnya: Hamil Anggur, Penyebab dan Cara Menanganinya

Jika hasilnya positif (ditandai dua garis sejajar), Anda bisa saja hamil ataupun tidak sama sekali (false positive).

Beberapa hal yang bisa menyebabkan false positif pada test pack, antara lain:

  • Terdapat darah atau protein dalam urine
  • Penggunaan obat-obat tertentu, seperti obat penenang dan antikejang

Sebaliknya, jika hasilnya negatif, bukan berarti Anda benar-benar tidak hamil. Hasil negatif bisa saja menandakan bahwa Anda sedang hamil.

Beberapa kondisi yang bisa membuat hasil test pack negatif padahal sebenarnya Anda hamil, yaitu:

  • Terjadi kesalahan dalam cara pemeriksaan
  • Test pack sudah kedaluwarsa
  • Pemeriksaan dilakukan terlalu awal
  • Terlalu banyak minum sebelum tes
  • Penggunaan obat-obat tertentu, seperti diuretik dan antihistamin.

Bila hasilnya negatif namun terdapat kecurigaan ke arah kehamilan, ulanglah pemeriksaan test pack 1 minggu kemudian.

  • Tes Darah

Tes darah untuk mendeteksi kehamilan awal harus dilakukan di laboratorium. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi sekitar seminggu setelah terjadi ovulasi (masa subur).

Tes darah memberikan hail yang lebih akurat ketimbang test pack, namun membutuhkan waktu yang lebih lama sampai hasilnya benar-benar Anda terima.

Mengetahui tanda-tanda kehamilan sejak dini membuat Anda bisa melakukan persiapan hamil tepat pada waktunya. Dengan begitu, kehamilan akan berjalan sesuai rencana dan si buah hati bisa lahir dengan sehat.

(NB)

1 Komentar