Sukses

Vaksin Palsu Tak Hanya Ada di Indonesia

Tragedi vaksin palsu di Indonesia yang belakangan ini sedang ramai diperbincangkan ternyata juga pernah terjadi di Negara lain. Simak ulasan dari dr. Melyarna Putri berikut ini.

Baru-baru ini kita dikagetkan dengan adanya penangkapan oknum pembuat vaksin palsu di Jakarta. Kabarnya, vaksin palsu ini tidak hanya beredar di sekitaran Jakarta, namun juga ke kota-kota lainnya.

Hal ini tentu saja membuat khawatir para orangtua yang memiliki balita. Bagaimana tidak, vaksin yang secara rutin diberikan dalam jangka waktu tertentu ke dalam tubuh anak ternyata berkemungkinan bukan merupakan vaksin berbahan asli, yang bermanfaat bagi tubuh untuk menimbulkan kekebalan terhadap penyakit.

Tidak dapat dipungkiri, beberapa waktu terakhir terdapat kelangkaan jenis vaksin tertentu. Di beberapa rumah sakit swasta misalnya, ada pula yang menerapkan sistem antrean untuk mendapatkan vaksin karena kelangkaan vaksin tersebut. Mungkin hal ini menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi para oknum untuk memalsukan vaksin.

Kenyataannya, kejadian seperti ini bukan yang pertama terjadi di dunia. China, pada bulan Maret 2016 kemarin juga dikejutkan oleh penemuan serupa. Penjualan vaksin palsu ini sudah dilakukan sejak tahun 2011 oleh pembuatnya. Kondisi kriminal tersebut didalangi oleh 300 orang yang tersebar di 24 provinsi dan kota di China.

Kejadian lain yang serupa juga pernah terjadi di Filipina pada tahun 2009. Vaksin yang dipalsukan adalah vaksin flu sebanyak jutaan tabung vaksin yang diisi dengan air mineral. Kejadian di Filipina ini didalangi oleh oknum yang bekerja di salah satu perusahaan obat penghasil vaksin.

Hal ini kian menguji kepercayaan masyarakat dan tenaga medis terhadap keaslian vaksin yang saat ini beredar. Tentunya, hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri terkait keaslian vaksin yang sudah masuk ke dalam tubuh anak.

Bagaimana menyiasati hal ini?

Sesuai pernyataan pemerintah, apabila vaksin yang digunakan untuk buah hati Anda berasal dari klinik atau rumah sakit milik pemerintah, maka Anda tidak perlu khawatir akan keasliannya. Namun apabila vaksin tersebut bukan berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah, maka sebaiknya Anda menghubungi pihak rumah sakit atau klinik tempat Anda melakukan vaksinasi untuk mengetahui keaslian dari vaksin yang digunakan. Kemudian, Anda dianjurkan untuk menyertakan anak pada program imunisasi ulang, seperti DPT, Polio, dan Campak. Tanpa adanya vaksin palsu, imunisasi ini memang harus diulang.

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar