Sukses

Bahaya dari Kecanduan Bermain Pokemon Go

Apakah Anda gemar bermain Pokémon Go? Waspadalah kecanduan, waspada gangguan kesehatan. Berikut info medis dari dr. Melyarna Putri.

Kemajuan pesat dunia internet dan fasilitasnya memang memiliki banyak keuntungan dalam berbagai hal. Kemajuan teknologi ini memudahkan dalam hal perkembangan dunia penelitian, komunikasi, kemudahan berbisnis, belajar, dan informasi.

Namun pada beberapa aspek, kemajuan teknologi justru menyimpan bahaya tersendiri. Pasalnya, kemajuan teknologi ini juga dapat menyebabkan beberapa ketagihan, salah satunya adalah ketagihan bermain game online.

Salah satu game online yang baru-baru ini yang menjadi perbincangan di mana-mana adalah Pokémon Go. Permainan ini baru saja diluncurkan, namun sudah menghebohkan banyak orang.

Fenomena Game Online

Sebuah penelitian di Cina menyebutkan bahwa pada tahun 2013, bisnis game online dapat menghasilkan sekitar 12 miliar juta dolar. Sungguh angka yang menakjubkan, bukan? Tidak heran, banyak orang berlomba-lomba untuk menciptakan game online yang disukai khalayak.

Perlu diketahui, sebanyak 90% kaum muda di Amerika bermain game online. Dan ternyata, 15% di antaranya di diagnosis mengalami kecanduan terhadap game online. Pengguna game online pun sangat bervariasi di tiap negara, mulai dari 0.2% di Jerman hingga mencapai 50% pada remaja Korea.

Kecanduan Game Online

Melihat angka ini, negara-negara di Asia Tenggara – termasuk Indonesia – sebaiknya menganggap serius potensi masalah kesehatan akibat hal ini. Di Korea Selatan, masalah ini sudah merupakan masalah kesehatan yang signifikan. Sebab, 24% anak yang di diagnosis kecanduan bermain game online harus dirawat di rumah sakit untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialaminya.

Saat ini, kecanduan dalam hal bermain game dapat dimasukkan ke dalam kategori III DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Mengacu kepada DSM-5, kecanduan game online didefinisikan sebagai penggunaan internet untuk keperluan game online yang terus-menerus atau hilang-timbul yang menyebabkan kelainan setidaknya 5 atau lebih dari kriteria selama 12 bulan berturut-turut.

Kriteria yang termasuk di dalamnya, yaitu:

  • Tidak bisa mengontrol waktu atas penggunaan game internet.
  • Kecanduan dengan game internet.
  • Penarikan diri secara psikologis.
  • Meningkatkan toleransi untuk waktu bermain game online dan adanya peningkatan kebutuhan untuk bermain game online.
  • Hilangnya minat terhadap hal lain.
  • Terus-meterus bermain game online meskipun terdapat konsekuensi negatif.
  • Penurunan fungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan.

Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini sedang seru-serunya menangkap Bulbasaur, Charmander, Squirtle, bahkan sang primadona Pikachu? Memang, permainan yang lebih terlihat nyata ini sangat seru dan membuat ingin main lagi dan lagi, kapan pun, dan di mana pun.

Namun ada baiknya jika Anda lebih berhati-hati. Bisa jadi Anda mengalami salah satu kriteria di atas tanpa Anda sadari. Jangan sampai gara-gara mencari Pikachu, deadline kantor menjadi banyak yang terlambat dan pekerjaan rumah pun tidak selesai dikerjakan.

Sebenarnya, bermain game online boleh-boleh saja untuk dilakukan. Namun, jangan sampai menimbulkan kecanduan, ya!

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar