Sukses

Celana Dalam yang Terlalu Ketat Bisa Merusak Sperma?

Karena perkembangan tren mode, dalam beberapa tahun terakhir pria lebih gemar menggunakan celana berukuran slim fit yang lebih pas dengan bentuk tubuh. Tetapi, hal tersebut diyakini dapat memengaruhi kualitas sperma.

Untuk dapat menghasilkan keturunan, seorang pria harus memiliki sperma dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

Untuk mendapatkan sperma dengan kualitas dan kuantitas yang baik, keseimbangan berbagai faktor dalam tubuh sangat diperlukan, seperti kadar hormonal, nutrisi yang baik, metabolisme yang baik, antioksidan yang cukup, saluran reproduksi yang baik, dan sebagainya. Salah satu hal yang terpenting adalah menjaga suhu testis (zakar) agar lebih dingin dibandingkan dengan suhu tubuh.

Sperma dihasilkan oleh testis (buah zakar). Secara alami, testis pria berada dalam skrotum (kantong zakar) untuk menjaga suhu testis agar lebih rendah sekitar 4 derajat celsius daripada suhu tubuh. Selain itu, kantong sperma dilengkapi dengan otot kremaster yang akan berkontraksi dalam keadaan dingin agar suhu testis dapat terjaga dengan baik.

Hal ini menunjukkan bahwa secara alami, tubuh kita berusaha untuk menjaga suhu testis agar dapat memproduksi sperma dengan optimal. Namun demikian, tanpa kita sadari, kita kerap melakukan berbagai kebiasaan yang dapat meningkatkan suhu testis sehingga dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sperma. Salah satunya adalah menggunakan celana atau celana dalam yang terlalu ketat.

Karena perkembangan tren mode, dalam beberapa tahun terakhir pria lebih gemar menggunakan celana berukuran slim fit yang lebih pas dengan bentuk tubuh. Namun demikian, tak jarang kita saksikan sebagian pria juga gemar menggunakan celana yang terlalu ketat. Selain itu, sebagian pria juga lebih senang menggunakan celana dalam yang ketat untuk alasan kenyamanan. Padahal, tanpa kita sadari, menggunakan celana atau celana dalam yang terlalu ketat dapat meningkatkan suhu testis. Selain menggunakan celana atau celana dalam yang ketat, terlalu sering berendam air panas atau sauna juga dapat meningkatkan suhu testis.

Peningkatan suhu testis terbukti dapat merusak sel sperma dan menghambat produksi sel sperma. Selain jumlahnya yang berkurang, peningkatan suhu testis juga akan membuat bentuk sel sperma yang dihasilkan abnormal sehingga kualitasnya lebih rendah dibandingkan dengan sperma normal. Karena proses pembentukan sel sperma dari awal hingga matang membutuhkan waktu 70 hari, maka diperlukan waktu hingga 3 bulan untuk mengembalikan kualitas dan kuantitas sperma yang baik. Nah, bayangkan jika Anda menggunakan celana atau celana dalam yang terlalu ketat setiap hari.

Oleh karena itu, menggunakan celana dalam yang berukuran pas dan celana yang tidak terlalu ketat tentu lebih baik, jika Anda sedang menjalankan program untuk memiliki keturunan. Selain itu, untuk menjaga kualitas dan kuantitas sperma, hindarilah stres, merokok, dan konsumsi alkohol karena ketiga hal tersebut dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh dan sudah terbukti dapat menurunkan kualitas sperma. Berolahragalah secara teratur, konsumsilah makanan dengan gizi seimbang, cegah obesitas, dan beristirahatlah dengan cukup untuk menjaga keseimbangan hormonal dan metabolisme tubuh, sehingga dapat menjaga kualitas dan kuantitas sperma Anda.

Ingat, Anda sendirilah yang dapat menjaga kualitas dan kuantitas sperma Anda.  

0 Komentar

Belum ada komentar