Sukses

Mengobati Glaukoma Si Penyebab Kebutaan

Glaukoma dapat merusak jaringan-jaringan saraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata. Untuk mencegah meluasnya kerusakan, pengobatan glaukoma harus benar-benar dilakukan dengan tepat.

Penyebab utama kebutaan selain katarak adalah glaukoma, sekitar lebih dari 5 juta atau 13.5% dari total kebutaan di dunia disebabkan oleh penyakit ini.

Pengertian Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit pada mata berupa penurunan lapang pandang yang disebabkan oleh peningkatan tekanan pada bola mata, sehingga menyebabkan kerusakan pada saraf mata dan mengakibatkan kebutaan. Meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata. Sehingga merusak jaringan-jaringan saraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata.

Gejala Glaukoma

Glaukoma dibagi atas glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup. Pada penderita glaukoma akut maka akan dirasakan gejala seperti:

  • Terlihat pandangan seperti pelangi (halo).
  • Pandangan menurun mendadak.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Dan jika berlangsung lama tanpa penanganan segera, maka penglihatan akan semakin memburuk.

Faktor Risiko Glaukoma

Faktor keturunan memegang peranan penting terhadap terjadinya kejadian glaukoma. Seseorang dengan riwayat keluarga memiliki glaukoma cenderung memiliki risiko menderita penyakit ini lebih besar dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga.

Ada juga faktor risiko lain yang memperberat di antaranya umur lebih dari 40 tahun dan penderita yang berkacamata baik itu miopia atau hipermetropia. Apabila Anda memeriksakan diri ke dokter mata, maka beritahukan kepada dokter bahwa Anda memiliki riwayat keluarga glaukoma. Dengan demikian pemeriksaan dokter akan lebih terarah.

Diabetes melitus, hipertensi, sering mengalami migrain, riwayat kecelakaan pada kepala dan riwayat operasi pada mata sebelumnya, serta pengguna obat-obat steroid dalam jangka waktu lama, ternyata juga menjadi faktor risiko terjadinya glaukoma. Jika Anda memiliki riwayat penyakit tersebut disertai keluhan penurunan penglihatan, maka segera periksakan mata Anda kepada dokter.

Pemeriksaan untuk Glaukoma

Pemeriksaan yang diperlukan bagi penderita glaukoma adalah pemeriksaan tajam penglihatan, tekanan bola mata (tonometer), pemeriksaan sudut bilikmata depan (gonioskopi), pemeriksaan saraf mata pusat (oftalmoskop) dan pemeriksaan lapang pandang (humprey visual vield test), serta pemeriksaan ketebalan serabut saraf (OCT).

Karena glaukoma menyebabkan saraf optik terganggu, maka pemeriksaan yang dilakukan dokter akan fokus pada hal tersebut. Dokter mata akan memeriksa daya penglihatan pasien dan struktur bagian dalam mata. Sebuah prosedur untuk memeriksa tekanan mata juga akan dilakukan. Prosedur ini disebut dengan tonometri. Dokter juga akan melakukan tes bidang visual untuk memeriksa apakah penglihatan tepi pasien telah berkurang.

Sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami penurunan daya lihat yang mungkin saja disebabkan oleh glaukoma. Kerusakan mata yang ditimbulkan oleh glaukoma tidak dapat diobati, namun tujuan pengobatan kondisi ini adalah untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada mata.

Pengobatan Glaukoma

Berikut beberapa cara pengobatan glaukoma yang diekomendasikan oleh dokter:

  • Obat Tetes Mata

Umumnya obat tetes mata sering menjadi bentuk penanganan pertama untuk glaukoma sudut terbuka yang disarankan oleh dokter. Obat tetes ini berguna melancarkan pembuangan cairan mata dan mengurangi produksinya.

Beberapa jenis obat tetes mata untuk glaukoma adalah:

  1. Obat-obatan penghambat beta, seperti timolol dan levobunolol.
  2. Obat-obatan prostaglandin analogue, seperti travoprost dan bimatroprost.
  3. Obat-obatan penghambat carbonic anydrase, seperti dorzolamide dan brinzolamide.

Untuk efek yang lebih maksimal, obat-obatan tetes mata di atas bisa dikombinasikan untuk menurunkan tingkat tekanan di dalam mata.

  • Laser

Pengobatan laser dapat diterapkan dalam pengobatan glaukoma sudut terbuka dan tertutup. Pada glaukoma sudut terbuka, pengobatan laser dapat memperlancar aliran pembuangan cairan mata, sedangkan pada glaukoma sudut tertutup, prosedur ini mampu menghilangkan penyumbatan cairan. Setelah prosedur laser, obat tetes mata biasanya masih perlu digunakan.

  • Operasi

Prinsip pengobatan dengan metode operasi sama halnya dengan pengobatan laser. Prosedur operasi pada glaukoma dilakukan jika obat-obatan tidak mampu lagi mengurangi tekanan di dalam mata. Ada beberapa jenis operasi glaukoma, di antaranya trabeculectomy dan aqueous shunt implant.

Trabeculectomy yaitu jenis operasi glaukoma yang paling sering dilakukan. Operasi ini bertujuan memperlancar sirkulasi cairan mata dengan cara membuang sebagian dari anyaman trabekular (jaringan tempat cairan mata keluar).

Sedangkan aqueous shunt implant adalah prosedur operasi yang bertujuan meningkatkan kinerja pembuangan cairan mata dengan cara memasang sebuah alat kecil menyerupai selang pada mata.

Glaukoma harus diperiksa dan diobati sedini mungkin. Jika kondisi ini diabaikan, maka penyakit ini akan terus berkembang dan penderitanya bisa mengalami kebutaan. Bagian mata yang rusak akibat glaukoma sangat sulit untuk disembuhkan, prinsip pengobatan pada glaukoma ialah mencegah semakin meluasnya bagian mata yang rusak. Untuk itu, jika Anda maupun orang terdekat memiliki gejala seperti glaukoma, sebaiknya segera periksaan keluhan tersebut kepada dokter.

0 Komentar

Belum ada komentar