Sukses

Mengapa Kita Bisa Mabuk Udara?

Pernahkah Anda mengalami mabuk udara saat berada di pesawat? Sebenarnya, apa yang menjadi pemicunya? Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Lebaran sebentar lagi datang. Seluruh keluarga yang merayakan pastinya sudah punya persiapan untuk berkumpul bersama keluarga. Bagi mereka yang merencanakan berlebaran di kampung halaman yang berbeda wilayah, perjalanan udara dapat menjadi salah satu opsinya.

Perjalanan udara dengan pesawat memang kerap dipilih untuk menempuh jarak jauh, karena waktu tempuh yang relatif lebih singkat. Akan tetapi, pada beberapa orang yang memiliki kecenderungan mabuk perjalanan, memilih mudik dengan pesawat dapat menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, walaupun mabuk udara yang terjadi cukup berat, perjalanan tidak dapat dihentikan sementara, tidak seperti bila perjalanan ditempuh dengan jalur darat. Selain itu, ruangan yang sempit dan sulitnya mencari udara segar di dalam pesawat juga dapat membuat mabuk udara lebih sulit untuk diatasi.

Mengapa mabuk udara dapat terjadi?

Mabuk perjalanan terjadi ketika koordinasi mata dan sistem vestibular di telinga dalam tidak bekerja selaras dalam mengirimkan informasi ke otak.

Sebagai contoh, saat kita duduk dalam pesawat, mata kita mengirimkan informasi ke otak bahwa kita sedang bergerak dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, sistem vestibular di telinga dalam mengirimkan sinyal ke otak bahwa kita tetap dalam posisi duduk dan berdiam. Ketidakcocokan dua informasi inilah yang kemudian menyebabkan mabuk perjalanan. Beberapa tanda mabuk udara di antaranya rasa pusing, mual, muntah, atau keringat dingin.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan dan kegiatan kita sebelum dan saat melakukan perjalanan justru dapat memicu timbulnya mabuk udara. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya minum alkohol, mengonsumsi makanan yang kurang tepat (terlalu berat, berlemak, serta berminyak), dan kebiasaan membaca buku saat dalam perjalanan udara. Sebaiknya, hindari kebiasaan tersebut agar mabuk udara tidak terjadi dan kita dapat menikmati perjalanan selama terbang ke kampung halaman.

0 Komentar

Belum ada komentar