Sukses

Alasan di Balik Dokter Gigi yang Rentan Nyeri Pinggang

Seperti orang pada umumnya, dokter gigi ternyata juga rentan untuk terserang nyeri pinggang. Yoga disinyalir mampu mengatasi keluhan ini. Simak selengkapnya berikut ini.

Menurut survey terbaru di Inggris, satu dari tiga dokter gigi mengaku mengalami masalah muskuloskeletal, di antaranya nyeri pinggang, nyeri punggung dan leher, serta rematik (spondylitis).

Selain itu, dokter gigi juga dilaporkan dapat mengalami sciatica – yaitu nyeri yang menjalar dari punggung bawah hingga ke paha, betis, tumit dan telapak kaki – baik pada satu sisi maupun kedua sisi kaki.

Sebenarnya, hal ini tidaklah terlalu mengejutkan. Pasalnya, hal ini merupakan risiko pekerjaan yang sangat umum terjadi pada seluruh dokter gigi, tidak hanya di Inggris saja.

Yang mengejutkan adalah banyak orang berasumsi bahwa masalah muskuloskeletal ini hanya terjadi seiring bertambahnya usia. Padahal kenyataannya, hal ini dapat terjadi kapan saja. Bahkan di suatu penelitian dilaporkan bahwa prevalensi nyeri muskuloskeletal sebesar 81% pada mahasiswa kedokteran gigi. Hal ini menandakan bahwa masalah ini dapat timbul sejak awal mula karir seorang dokter gigi. Risiko pekerjaan ini lebih tinggi pada dokter gigi yang bekerja lebih dari 4 jam per hari.

Yoga dan Nyeri Pinggang

Secara sederhana, yoga adalah aktivitas olah tubuh dan pikiran yang berfokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan untuk meningkatkan kualitas mental dan fisik. Peneliti sebelumnya mengungkapkan bahwa yoga terbukti berhasil dalam meredakan nyeri yang diakibatkan oleh risiko pekerjaan pada dokter gigi, serta mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi.

Namun, masih sangat sedikit dokter gigi yang melakukan yoga sebagai terapi alternatif dalam mengurangi masalah muskuloskeletal yang dialaminya. Hal ini dikaitkan dengan berbagai faktor, seperti tidak ada waktu, jadwal praktek yang terlalu padat, serta masih adanya keraguan mengenai manfaat yoga bagi kesehatan.

Yoga dan Risikonya

Meski manfaat yoga sudah dirasakan oleh begitu banyak orang di seluruh dunia, aktivitas ini bukan tanpa risiko. Pasalnya, postur dan gerakan yang salah bukannya memberi manfaat bagi kesehatan, malah justru dapat menyebabkan cedera. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk mencoba yoga, hal yang harus diperhatikan adalah memilih instruktur dan tempat latihan yang tepat.

0 Komentar

Belum ada komentar