Sukses

Sulam Bibir Sebagai Make Up Permanen, Amankah?

Tato bibir, atau yang lebih dikenal dengan istilah sulam bibir, merupakan hal yang sudah banyak dilakukan oleh wanita masa kini dengan tujuan make up permanen. Namun sebenarnya, amankah sulam bibir sebagai make up permanen? Berikut ulasannya.

Bibir yang selalu merona, alis dengan bentuk lengkung yang sempurna, dan garis mata yang menggoda kini bisa dimiliki dengan lebih leluasa dengan make up permanen.

Make up permanen menjanjikan tampilan yang tidak akan luntur walaupun Anda telah bekerja seharian, pergi ke gym, berdansa semalaman, sampai Anda bangun tidur di pagi hari.

Salah satu metode make up permanen adalah sulam bibir (lip tattoo). Berikut penjelasannya:

  1. Pemakaian sulam bibir tidak seperti Anda datang ke salon lalu memilih warna lipstik. Lipstik hanya dioles di permukaan luar, sedangkan sulam (tato) ditanamkan di bawah lapisan sel-sel mukosa yang tipis (jaringan epitel skuamosa berlapis) bersama pembuluh darah yang sangat kecil.
  2. Jaringan epitel skuamosa berlapis ini akan menipis dan mulai rusak seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengulangan, biasanya 2 kali atau lebih, tergantung individu masing-masing. Hal ini diperlukan untuk membangun kembali jaringan yang cukup sehat guna menahan pigmen dari sulam bibir tersebut.
  3. Wanita dengan warna bibir asli yang lebih pekat cenderung menimbulkan perdarahan lebih banyak. Merahnya bibir pada wanita muda menandakan bahwa jaringan epitel skuamosa berlapisnya tipis, sehingga warna merah bibir lebih pekat. Prosedur pengulangan dapat menyebabkan penebalan pada lapisan luar jaringan, di mana pigmen warna diserap di bagian tersebut.
  4. Lapisan jaringan di dalam bibir mengandung sedikit kolagen, namun reaksi sel-sel akibat proses pengulangan dari masuknya jarum dapat mengakibatkan reaksi – di mana sel akan membentuk kolagen. Lapisan kolagen diperlukan untuk menahan pigmen. Pembentukan kolagen dapat berlangsung berminggu-minggu, maka bersabarlah bila melakukan sulam bibir. Pada tahap ini terjadi berbagai proses yang tak terlihat di dalam jaringan, namun proses tersebut merupakan masa penyembuhan tubuh dan membutuhkan waktu.

Sama halnya dengan tato di bagian tubuh yang lain, sulam bibir (lip tattoo) juga memiliki komplikasi, yakni:

  • Alergi terhadap pigmen dari tinta, tampak kemerahan, reaksi alergi sistem imun.
  • Pembentukan jaringan parut.
  • Granuloma, atau suatu benjolan (massa) yang terbentuk di dalam jaringan sekitar benda asing tersebut.
  • Keloid, atau pertumbuhan yang berlebihan dari jaringan parut. Lebih sering timbul pada saat penghilangan permanen make up dibandingkan saat pemasangan.
  • Infeksi Hepatitis C dan HIV
  • Pada beberapa individu terjadi pembengkakan dan kemerahan pada saat melakukan MRI, karena terjadi reaksi magnetika dengan iron oxide di dalam pigmen.
  • Hasil yang tidak memuaskan. Risiko terbesar dari prosedur ini adalah hasil yang mengecewakan. Usahakan untuk mendapatkan hasil yang terbaik pada percobaan pertama, karena untuk mendapatkan hasil yang diinginkan pada percobaan kedua merupakan hal yang lebih sulit. Anda mungkin harus pergi ke sana dan ke mari untuk mencari ahli kecantikan atau dokter spesialis bedah plastik yang dapat memperbaiki prosedur yang tidak memuaskan.

0 Komentar

Belum ada komentar