Sukses

Yang Terjadi pada Tubuh Jika Kita Berpuasa Setelah Begadang

Begadang memang kadang tidak terhindarkan, misalnya karena pekerjaan atau ingin menonton pertandingan bola. Tapi, hindarilah begadang terus-menerus agar tidak terkena beberapa gangguan kesehatan.

Bulan Ramadan tahun 2016 ini bertepatan dengan momen sepak bola terbesar di benua Eropa. Banyak masyarakat yang begadang, bukan semata-mata untuk melaksanakan ibadah, namun demi menyaksikan tim kesayangannya berlaga di layar kaca. Namun, tahukah Anda apa yang terjadi pada tubuh kita saat berpuasa setelah begadang semalaman?

Begadang untuk memperbanyak ibadah memang disarankan di bulan Ramadan, namun jangan lupa untuk tetap memperhatikan waktu istirahat dan asupan Anda. Karena berpuasa setelah begadang dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Puasa memang memberikan berbagai dampak positif bagi kesehatan, terutama bagi orang-orang yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, kolesterolemia, diabetes melitus, obesitas, dan sebagainya. Dengan berpuasa kondisi badan menjadi normal, badan terasa lebih sehat dan bugar. Namun tetap ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, karena pada keadaan berpuasa beberapa kondisi kesehatan seperti lemah, kurang berkonsentrasi, hingga terserang penyakit maag sangat sering terjadi.

Bayangkan jika Anda begadang pada malam harinya, namun Anda tetap diharuskan melaksanakan aktivitas secara normal pada esok hari, apakah yang akan Anda rasakan saat berpuasa pada hari itu?

Lemah

Tidur merupakan cara tubuh untuk beregenerasi dan memulihkan dirinya. Kekurangan waktu tidur menyebabkan tubuh tidak pulih sepenuhnya, sehingga pada keesokan harinya tubuh akan merasa lebih lemah dan tidak fit. Akibat asupan yang dibatasi saat berpuasa dan kondisi tubuh yang tidak prima, tentu saja akan mengakibatkan Anda merasa semakin lemah. Keadaan lemah tersebut akan menyebabkan Anda tidak akan mampu melaksanakan rutinitas sehari-hari dengan normal, sehingga akan berpengaruh buruk terhadap produktivitas Anda.

Kurang berkonsentrasi

Saat Anda begadang, waktu otak untuk beristirahat menjadi lebih sedikit, dan otak yang tidak beristirahat sempurna akan bekerja kurang optimal keesokan harinya. Kondisi ini ditandai dengan perasaan mengantuk, kurang berkonsentrasi, pusing, hingga sakit kepala. Kondisi kekurangan cairan dan elektrolit selama berpuasa menyebabkan kondisi tersebut semakin berat. Kurang berkonsentrasi juga dapat mengganggu rutinitas sehari-hari, dan yang berbahaya adalah kurang konsentrasi saat berkendara dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

Maag

Biasanya orang yang begadang akan merasa mengantuk dan kurang berkonsentrasi pada keesokan hari. Keadaan ini dapat menyebabkan orang tersebut menjadi lebih emosional, dikarenakan penderita merasa tidak dapat melaksanakan aktivitas secara normal. Rasa emosional yang berlebihan menyebabkan produksi asam lambung meningkat, biasanya orang tersebut akan merasa cepat lapar atau perut kembung, sementara bagi penderita sakit maag maka dapat memperparah penyakitnya tersebut. Pada orang yang berpuasa perut akan dalam keadaan kosong selama ± 14 jam, tentu saja keadaan ini akan semakin memperberat puasa pada orang yang menderita penyakit maag.

Oleh sebab itu, sebaiknya kurangi frekuensi menyaksikan klub kesayangan Anda berlaga di layar kaca pada malam hari. Karena kondisi begadang, terutama jika berlangsung terus-menerus selama beberapa waktu akan dapat menyebabkan keluhan-keluhan seperti di atas. Selain untuk kepentingan bekerja dan beribadah, kami sarankan agar tidak begadang selama bulan Ramadan. Agar Anda dapat melaksanakan ibadah puasa dalam keadaan prima, maka kita harus senantiasa memiliki waktu istirahat yang cukup dan memperhatikan jenis asupan pada saat sahur dan berbuka.


0 Komentar

Belum ada komentar