Sukses

Anak-Anak Juga Perlu Melakukan Aktivitas Fisik

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak ternyata juga perlu melakukan aktivitas fisik, lho! Mengapa anak-anak perlu melakukan aktivitas fisik? Temukan jawaban dari dr. Dyan Mega Inderawati di sini.

Aktivitas fisik adalah kebutuhan setiap orang, termasuk anak-anak. Hal ini harus benar-benar dipahami oleh para orangtua. Pasalnya, aktivitas fisik ini bukan hanya dilakukan sebagai bagian dari rutinitas, melainkan juga memang sebagai poin wajib yang harus ada dalam keseharian setiap anak.

Mengapa aktivitas fisik pada anak sangat penting?

Sama dengan dewasa, anak membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tubuhnya secara umum. Secara spesifik, aktivitas fisik yang cukup pada anak dapat membantunya mengontrol berat badan dan menghindari obesitas pada anak yang dapat memberi dampak buruk padanya di kemudian hari.

Aktivitas fisik ini juga dapat membantu mematangkan perkembangan motorik anak dengan banyaknya pergerakan yang ia lakukan. Di samping itu, penelitian yang dilakukan oleh Pesonen AK .dkk pada 275 anak yang berusia sekitar 8 tahun membuktikan bahwa aktivitas fisik memberikan pengaruh baik bagi pola tidur anak-anak.

Selain mendapatkan kesehatan tubuh, aktivitas fisik juga membantu anak untuk membangun hubungan sosial yang baik dengan teman-teman sebayanya. Dengan berbaur melalui aktivitas fisik di tempat umum, anak akan menjadi lebih percaya diri, lebih mudah berteman dan lebih ceria.

American Heart Asscociation menyebutkan bahwa anak yang kurang aktif berpotensi tumbuh menjadi individu yang pasif di kemudian hari.

Berapa lama dan seperti apa aktivits fisik yang cocok untuk anak?

American Heart Association menyarankan agar anak-anak berusia 2 tahun atau lebih sebaiknya melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap harinya, dengan intensitas sedang yang menyenangkan dan bervariasi sesuai perkembangan menurut usia anak.

Durasi melakukan aktivitas fisik selama 60 menit ini tidak harus dilakukan secara terus-menerus. Misalnya, anak hanya sanggup beraktivitas selama 30 menit saja, maka dalam setiap harinya dapat dilakukan dua periode aktivitas dengan durasi masing-masing 30 menit, atau 4 periode dengan durasi masing-masing selama 15 menit.

Jenis aktivitas fisik yang bisa dilakukan juga disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan tahap perkembangan fisik dan emosional anak. Pada bayi atau anak yang lebih kecil, aktivitas fisik dapat dilakukan dengan permainan sambil merangsang gerak berguling, duduk, merangkak, meraih dan menggenggam benda. Pastikan lingkungan tempat bermain dan sekitarnya aman.

Pada anak yang lebih besar, aktivitas dapat ditingkatkan dengan mengajaknya berolahraga. Jenis olahraga yang dapat dipilih, misalnya bersepeda, jogging, atau senam gimnastik.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk mengajak anak melakukan aktivitas aerobik dengan intensitas cukup berat (vigorous) sebanyak 3 kali dalam seminggu. Pada saat anak melakukan aktivitas yang bersifat vigorous, detak jantung dan pernapasan anak akan jauh meningkat dibandingkan ketika ia beristirahat – misalnya dengan berlari atau lompat tali.

Namun demikian, takaran dan jenis aktivitas fisik yang telah disebutkan di atas bukan merupakan hal mutlak dan bukan pula berupa aturan ketat. Bagaimanapun, sesuaikanlah dengan kemampuan masing-masing anak dan jangan lupa untuk menyisipkan permainan yang menyenangkan agar anak merasa senang serta gembira saat melakukan aktivitas fisiknya.

0 Komentar

Belum ada komentar