Sukses

3 Penyakit yang Mungkin Timbul Akibat Sering Begadang

Sering begadang ternyata tidak hanya mengakibatkan tubuh menjadi lemas, tetapi juga menyebabkan penyakit. Apa saja penyakit yang timbul akibat sering begadang? Simak selengkapnya berikut ini.

Kurang istirahat atau kurang tidur, baik secara disengaja ataupun akibat tugas dan beberapa hal lain, memberikan efek tersendiri bagi tubuh. Pasalnya, hal tersebut mengganggu irama biologi tubuh atau yang disebut irama sirkadian.

Bila Anda kurang tidur, otak Anda tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kemampuan kognitif dan kondisi emosi. Jika terjadi secara terus-menerus dan dalam waktu yang cukup lama, maka hal ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda, dan membuat Anda lebih berisiko untuk terkena penyakit kronis.

Beberapa penyakit yang dapat menyerang apabila Anda sering begadang dalam waktu yang lama, antara lain:

1. Sistem saraf pusat

Sistem saraf pusat Anda adalah pusat informasi dari tubuh Anda. Tidur diperlukan untuk membuat sistem saraf pusat tetap berfungsi dengan baik. Selama tidur, otak tetap sibuk dan membentuk jalur memori yang  baru, sehingga Anda siap untuk menghadapi dunia di pagi hari. Pada anak-anak dan dewasa muda, otak melepaskan hormon pertumbuhan selama mereka tidur. Saat Anda sedang tidur, tubuh Anda juga memproduksi protein yang membantu sel-sel memperbaiki kerusakan jaringan. Kurang tidur membuat otak kelelahan, sehingga tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Efek yang paling jelas adalah rasa kantuk, dan Anda juga akan lebih sering menguap dan merasa lesu. Kurang tidur mengganggu kemampuan Anda untuk berkonsentrasi dan mempelajari hal-hal yang baru. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap fungsi memori jangka pendek dan memori jangka panjang.

2. Sistem pernapasan

Saat Anda kurang tidur, hal tersebut dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Anda akan lebih rentan terhadap masalah pernapasan, seperti influenza dan serangan virus lainnya. Jika Anda memiliki penyakit paru-paru kronis, kurang tidur cenderung membuat keluhan dan kondisi Anda menjadi lebih buruk.

3. Sistem pencernaan

Beberapa studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School telah menemukan hubungan antara kurang tidur dan berat badan. Seiring dengan makan terlalu banyak dan tidak berolahraga, kurang tidur adalah salah satu faktor risiko obesitas. Kurang tidur meningkatkan produksi hormon stres, kortisol. Kurang tidur menurunkan kadar hormon yang disebut leptin, yang memberi tahu otak Anda bahwa Anda sudah kenyang. Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon yang disebut ghrelin, yang merupakan perangsang nafsu

0 Komentar

Belum ada komentar