Sukses

Kenali Faktor-Faktor yang Bisa Bikin Wanita Keguguran

Terkadang dalam kehamilan, ada hal-hal yang tidak bisa terhindarkan seperti keguguran. Sebenarnya, apa penyebab keguguran dan bagaimana cara untuk menghindarinya?

Keguguran sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Sebagian besar (> 50%) kasus keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom pada embrio. Kelainan kromosom ini terjadi akibat kerusakan sperma atau sel telur, atau akibat pembelahan zigot setelah pembuahan yang terganggu.

Beberapa penyebab keguguran lainnya adalah gangguan hormonal (diabetes, gangguan hormon tiroid), infeksi atau masalah kesehatan maternal, kelainan bentuk rahim, gaya hidup (merokok, malnutrisi, konsumsi kafein atau paparan pada radiasi), usia wanita hamil, serta trauma/ benturan.

Wanita yang mengalami keguguran sering khawatir apakah aktivitas yang mereka lakukan dapat menyebabkan keguguran. Olahraga ringan, bekerja, berhubungan seksual atau riwayat kontrasepsi sebelum hamil tidak menyebabkan keguguran. Merokok dan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko keguguran. Konsumsi kafein < 200 mg per hari (2 gelas per hari) juga tidak meningkatkan risiko keguguran.

Wanita usia lanjut berisiko lebih tinggi mengalami keguguran. Keguguran terjadi pada > 30% wanita usia > 40 tahun. Peluang keguguran meningkat menjadi 50% pada wanita usia 45 tahun.

Sebagian besar wanita berasumsi bahwa stres dapat meningkatkan risiko keguguran. Hingga saat ini, studi ilmiah mengenai hubungan stres dan keguguran masih bervariasi dan belum menunjukkan bukti yang sejalan.

Keguguran pada trimester awal kehamilan umumnya tidak berulang. Sekitar 85% wanita yang mengalami keguguran, dapat menjalani kehamilan normal pada kehamilan selanjutnya. Tenaga medis umumnya menyarankan penundaan kehamilan selama 3 bulan setelah wanita mengalami keguguran.

Karena penyebab keguguran terumum adalah kelainan kromosom, maka tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah keguguran. Langkah penting dan vital untuk mencegah keguguran adalah dengan berusaha untuk sesehat mungkin sebelum kehamilan, seperti berolahraga teratur, makan makanan sehat, mengurangi stres, mengonsumsi asam folat, dan sebagainya.

0 Komentar

Belum ada komentar