Sukses

Cara Mengetahui Jika Bayi Anda Kembar

Terjadinya kehamilan kembar memang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Cara akurat yang dapat dilakukan untuk mengetahuinya adalah melalui pemeriksaan USG. Berikut ulasan dari dr. Theresia Rina.

Kehamilan kembar merupakan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. Sebagian orang bahkan mengupayakan sedemikian rupa agar bisa memiliki bayi kembar. Sebelumnya, kita perlu mengetahui terlebih dahulu bahwa ada tiga jenis kehamilan kembar, yakni:

1. Dichorionic diamniotic twin pregnancy

Kehamilan kembar jenis ini merupakan yang paling sering terjadi. Angka kejadiannya adalah sekitar 76% dari seluruh kehamilan kembar yang terjadi. Pada kehamilan ini, dua buah ovum dibuahi oleh masing-masing sperma yang akhirnya membentuk dua embrio atau zigot (calon bayi).

2. Monochorionic diamniotic twin pregnancy

Jenis kehamilan kembar ini memiliki satu plasenta yang nantinya akan memberi nutrisi terhadap kedua janin. Kehamilan kembar jenis ini terjadi sekitar 30% dari total kehamilan kembar di dunia.

3. Monochorionic monoamniotic twin pregnancy

Jenis kehamilan kembar ini merupakan jenis yang paling jarang terjadi, prevalensinya hanya sekitar 1-2%. Pada kehamilan ini, satu ovum nantinya akan membelah menjadi dua (biasanya terjadi pada hari ke 8-13). Nantinya, kedua janin ini akan berbagi plasenta, kantong amnion, dan yolk sac (kantong telur). Kedua janin ini nanti akan menjadi kembar yang identik (tentunya jenis kelaminnya pasti sama).

Jika Anda memiliki kehamilan kembar, Anda tidak akan mengalami banyak hal yang berbeda dari kehamilan pada umumnya. Hanya saja mungkin Anda akan mengalami banyak kenaikan berat badan, keluhan mual muntah yang lebih hebat karena faktor hormon  yang meningkat lebih dibandingkan kehamilan tunggal, serta perut Anda akan lebih besar dari biasanya (jika Anda telah hamil sebelumnya). Hormon Beta HCG yang menandakan kehamilan biasanya juga meningkat lebih tinggi ketika Anda memiliki bayi kembar.

Kehamilan kembar hanya dapat dipastikan secara akurat melalui pemeriksaan USG. USG dapat mendeteksi kehamilan kembar dengan penampakan dua kantong janin saat usia kehamilan empat minggu. Sangat cepat, bukan? Namun, beberapa dokter biasanya lebih senang menunggu hingga usia 10-12 minggu untuk memastikan kehamilan kembar, agar lebih akurat. Hal ini dikarenakan pada usia kehamilan kembar yang masih awal, sering terjadi vanishing twin syndrome. Yakni ketika salah satu janin tidak berkembang dan akhirnya diserap oleh plasenta selama kehamilan tanpa Anda sadari, sehingga akhirnya yang berkembang hanya satu janin saja.

Selain mendeteksi melalui kehadiran dua kantong janin, USG juga dapat menentukan jenis kehamilan kembar yang Anda alami dengan melihat jumlah kantong amnion, jumlah kantung telur, serta plasenta yang terbentuk. Ketika kedua janin ini berkembang dengan baik, maka dokter dapat mendeteksi keberadaan dua jantung yang berdetak di dalam kandungan Anda. Hebat, bukan?

1 Komentar