Sukses

Hari Hepatitis, Mengapa Harus Diperingati?

Hari Hepatitis Sedunia dirayakan pada 28 Juli setiap tahun. Diharapkan peringatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya penyakit hepatitis.

Hepatitis merupakan peradangan sel-sel hati akibat virus hepatitis. Berdasarkan jenis virus hepatitis yang menginfeksi sel hati, penyakit hepatitis dikelompokkan menjadi lima jenis yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Virus hepatitis dapat menyebabkan penyakit hati, baik penyakit hati yang bersifat akut maupun kronis.

Penyakit hepatitis telah menyerang lebih dari ratusan juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan kematian 1.4 juta orang setiap tahunnya. Di Indonesia, terjadi peningkatan kasus hepatitis dari 0,6 persen di tahun 2007 menjadi 1,2 persen tahun 2013.

Karena tingginya angka penderita hepatitis di dunia, World Health Organization (WHO) membuat peringatan Hari Hepatitis Sedunia. Hari Hepatitis Sedunia jatuh pada tanggal 28 Juli setiap tahunnya. Tanggal ini diambil dari tanggal lahir Profesor Baruch Samuel Blumberg yang pertama kali menemukan virus hepatitis B.

Mengapa memperingati Hari Hepatitis Sedunia?

Tujuan dari peringatan Hari Hepatitis Sedunia adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya penyakit hepatitis. Dampak jangka panjang dari hepatitis adalah terjadinya penyakit pengerasan hati, kanker hati, hingga dapat menyebabkan kematian. Itulah mengapa peringatan hari hepatitis sangat penting. Dengan demikian kita sadar dan peduli terhadap penyakit hepatitis sehingga tergerak untuk melakukan tindakan pencegahan, deteksi dini, dan penanganan segera jika terinfeksi virus hepatitis.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah hepatitis?

Pencegahan hepatitis dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman untuk mencegah virus hepatitis A dan E, sedangkan untuk pencegahan virus hepatitis B, C, dan D dilakukan dengan imunisasi, menghindari hubungan seksual yang tidak aman, menghindari penggunaan jarum suntik bergantian, dan tansfusi darah yang tidak aman.  

Deteksi penyakit hepatitis tanpa gejala perlu dilakukan pada skrining pra nikah (pemeriksaan sebelum menikah), saat kehamilan, dan pada pemeriksaan kesehatan rutin. Pemeriksaan virus hepatitis B, C, dan D pada pasangan penting karena virus hepatitis B, C, dan D dapat menular melalui hubungan seksual. Dengan mengetahui secara dini, dokter dapat memberitahukan tindakan pencegahan infeksi yang dapat dilakukan.

Selain itu, pada ibu hamil, deteksi virus hepatitis juga penting karena virus ini dapat ditularkan dari ibu ke janin. Jika sudah diketahui secara dini, saat bayi lahir, bayi bisa mendapatkan penanganan khusus untuk pencegahan terjadinya infeksi dari ibu ke bayi.   

Jika Anda mengalami penyakit kuning baik disertai dengan demam ataupun tidak, segeralah berobat ke dokter. Nantinya okter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi virus hepatitis atau tidak. Jika Anda terinfeksi virus hepatitis, penanganan dapat dilakukan dengan cepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Mari kita peringati Hari Hepatitis Sedunia tanggal 28 Juli ini dengan meningkatkan kepedulian terhadap penyakit hepatitis.

0 Komentar

Belum ada komentar