Sukses

Anak Sulit Bangun Sahur, Bagaimana Cara Menyikapinya?

Mengajak anak untuk sahur merupakan hal yang gampang-gampang susah. Sebagai orangtua, bagaimana cara menyikapi hal ini? Berikut ulasan dari dr. Reza Fahlevi.

Bulan puasa merupakan salah satu bulan yang paling dinanti oleh umat Muslim diseluruh dunia. Di bulan ini, umat Muslim diperintahkan untuk melakukan ibadah puasa wajib selama 1 bulan penuh.

Puasa bukanlah suatu hal yang mudah. Selama 1 bulan penuh, kita diwajibkan untuk menahan lapar dan dahaga serta menjaga mulut, mata, pendengaran, dan hati selama kurang lebih 13 jam.

Untuk membiasakan diri berpuasa, kita harus berlatih sejak kecil. Untuk itulah, para orangtua mengajarkan cara berpuasa kepada anak sejak kecil. Namun melatih anak berpuasa bukanlah perkara mudah. Salah satu kendala yang kerap ditemui oleh orangtua saat melatih anak berpuasa adalah kesulitan membangunkan anak untuk sahur.

Beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk menyiasati hal ini, antara lain:

  • Ajarkan kepada anak pentingnya sahur

Melatih anak untuk sahur harus dimulai dengan mengajarkan pemahaman kepada anak tentang pentingnya sahur. Dengan begitu, keinginan dari dalam hati anak untuk sahur akan muncul tanpa adanya paksaan. Ajarkan dengan bahasa dan logika sederhana mengenai manfaat sahur agar anak lebih mudah mengerti.

  • Tidurkan anak lebih cepat pada malam hari

Salah satu cara agar anak lebih mudah bangun sahur adalah dengan mengajaknya untuk tidur lebih awal di malam hari. Dengan demikian, durasi tidur anak tidak terganggu karena sahur, sehingga anak akan lebih mudah dibangunkan saat sahur.

  • Siapkan makanan kesukaan anak saat sahur

Makan dalam keadaan mengantuk bukanlah hal yang menyenangkan bagi anak. Oleh karena itu, menyiapkan makanan kesukaan anak saat sahur dapat membantu meningkatkan selera makan anak dan membuat anak bersemangat untuk makan sahur. Selain kuantitas, pastikan pula bahwa menu sahur anak harus bernutrisi agar anak memiliki stamina yang cukup untuk menjalankan ibadah puasa.

  • Lakukan sahur di akhir waktu

Ajaran agama memang menganjurkan kita untuk melakukan sahur di akhir waktu. Sahur terlalu cepat kurang efektif, karena selain lebih sulit membangunkan anak, sahur terlalu cepat juga dapat membuat anak lebih cepat lapar di siang hari. Oleh karena itu, biarkan anak tidur sembari Anda menyiapkan makanan. Kemudian menjelang waktu imsak (satu atau setengah jam sebelum imsak) bangunkan anak untuk makan sahur. Setelah masuk waktu subuh, ajak anak untuk melakukan ibadah salat subuh.

  • Berikan penghargaan jika anak mau bangun sahur

Memberikan penghargaan untuk anak yang mau bangun sahur merupakan salah satu cara agar anak bersemangat untuk sahur. Penghargaan yang dapat Anda berikan dapat berupa pujian atau hadiah kecil agar anak lebih tergugah untuk bangun sahur.

Semoga dengan tips-tips di atas, Anda dapat menyikapi anak yang sulit bangun sahur dengan cara yang tepat tanpa membuat anak merasa terpaksa untuk melakukan sahur. Dengan makan sahur yang bernutrisi, Anda dapat melatih anak untuk berpuasa tanpa perlu khawatir terhadap stamina anak selama berpuasa.  

0 Komentar

Belum ada komentar