Sukses

Golongan Darah Berdasarkan Rhesus, Apakah Itu?

Di samping sistem ABO, ada lagi sebuah sistem penggolongan darah lain yang berdasarkan rhesus. Yuk, baca selengkapnya di sini!

Selama ini masyarakat lebih mengenal penggolongan darah dengan sistem ABO yang terdiri dari golongan A, B, O dan AB. Selain sistem ABO ini, ada lagi sebuah sistem penggolongan darah yang lain, yakni berdasarkan rhesus yang terbagi menjadi rhesus negatif dan rhesus positif.

Sama seperti sistem ABO yang ditemukan oleh Karl Landsteiner, penggolongan darah berdasarkan rhesus ini juga ditemukan oleh Landsteiner bersama rekannya Wiener. Pengetahuan akan rhesus negatif akan membantu Anda mengantisipasi kebutuhan medis Anda dan keluarga di masa depan.

Penyakit Terkait Rhesus

Kondisi yang paling perlu diwaspadai sehubungan dengan golongan darah berdasarkan rhesus adalah apabila seseorang ternyata memiliki rhesus negatif. Seorang pemilik rhesus negatif harus dihindari dari menerima darah dengan rhesus positif. Hal ini dapat menyebabkan tubuh orang dengan rhesus negatif memberi penolakan yang dinamakan inkompatibilitas rhesus.

Perhatian perlu diberikan kepada wanita yang mendambakan keturunan kelak. Pada seorang ibu mengandung yang memiliki rhesus negatif, ia perlu mengantisipasi apabila sedang mengandung bayi dengan rhesus positif. Apabila sel darah merah pada ibu mengandung dengan rhesus negatif berinteraksi dengan sel darah merah bayi dengan rhesus positif, ini dapat menyebabkan kondisi mengancam jiwa bagi bayi. Oleh karena itu, pemeriksaan golongan darah berdasarkan rhesus sangat penting pada ibu yang baru saja memulai kehamilan. Sehingga apabila diketahui janin yang dikandung memiliki rhesus positif, penanganan khusus terhadap bayi setelah persalinan dapat segera dilakukan.

Kondisi ini disebut dengan penyakit rhesus yang biasanya baru termanifestasi apabila ibu dengan rhesus negatif telah mengembangkan antibodi terhadap rhesus positif di dalam tubuhnya. Pengembangan antibodi ini dapat terjadi oleh beberapa sebab, seperti melalui proses kehamilan. Selain itu, jika seorang wanita belum pernah mengandung, pengembangan antibodi tersebut dapat terjadi ketika secara tidak sengaja ia pernah menerima darah transfusi dari seseorang dengan rhesus positif. Untuk ibu dengan rhesus positif, tidak akan menjadi masalah apabila mengandung bayi dengan rhesus positif maupun negatif.

Penyebaran Rhesus di Seluruh Dunia dan Indonesia

Mayoritas populasi dunia memiliki rhesus positif dan hanya memiliki sebagian kecil saja yang memiliki rhesus negatif. Orang dengan rhesus negatif paling mudah ditemukan di antara ras Kaukasoid—kelompok ras yang sering kita sapa dengan bule ini memiliki persentase orang dengan rhesus negatif cukup banyak, yakni 15-20%. Untuk ras Negroid atau ras yang berasal dari Afrika hanya 5-10%, sedangkan ras Mongoloid atau ras yang berasal dari Asia hanya 5%. Di Indonesia sendiri diperkirakan hanya 1% penduduk yang memiliki rhesus negatif.

Hal yang Perlu Dilakukan Bila Memiliki Rhesus Negatif

Sedikitnya jumlah orang dengan rhesus negatif di Indonesia membuat ketersediaan darah rhesus negatif sangat terbatas, sehingga kondisi ini memerlukan perencanaan dan persiapan yang baik bagi pasien yang memiliki rhesus negatif, terutama untuk mengantisipasi kebutuhan darah di Indonesia.

Untuk itu, bila Anda memiliki rhesus negatif, Anda dapat mendaftarkan diri ke komunitas rhesus negatif, sebuah organisasis sipil yang berupaya menjembatani informasi kebutuhan darah orang dengan rhesus negatif. Jika Anda belum mengetahui jenis rhesus Anda, segeralah periksakan ke layanan PMI maupun laboratorium klinik terdekat.


Baca juga:

1. Karl Landsteiner, Tokoh di Balik Google Doodle Hari ini

2. Beda Golongan Darah

3. Golongan Darah dan Kepribadian

4. Orangtua Golongan Darah O & B, Anak Bisa Golongan Darah A

0 Komentar

Belum ada komentar