Sukses

Fakta Tentang Bahaya Minuman Berenergi bagi Kesehatan Gigi

Kandungan gula yang tinggi dalam minuman berenergi bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi. Mulai dari risiko erosi gigi hingga gigi berlubang.

Minuman berenergi memang bisa menambah tenaga saat kita sedang berolahraga. Ini berkat kandungan kafein dan gula yang ada di dalamnya. 

Pada batas tertentu, minuman berenergi sebenarnya aman untuk dikonsumsi. Namun jika dikonsumsi terlalu banyak dan terlalu sering, minuman ini bisa berisiko untuk kesehatan gigi Anda. Apa saja bahaya minuman berenergi untuk kesehatan gigi yang perlu diwaspadai?

1 dari 3 halaman

Alasan Mengapa Minuman Berenergi Bisa Merusak Gigi

Di balik kehebatan minuman berenergi untuk menambah stamina, nyatanya mengonsumsi minuman ini tidak sesehat yang dipikirkan banyak orang. Berikut adalah efek samping minuman berenergi bagi kesehatan gigi Anda:

  1. Kandungan Gula yang Sangat Tinggi

Minuman berenergi biasanya mengandung pemanis buatan yang berasal dari jagung. Beberapa minuman berenergi bahkan mengandung 19 gram pemanis buatan. 

Artikel lainnya: Gigi Rapuh, Tanda Penyakit Kronis?

Artinya, kandungan gula pada minuman berenergi memenuhi asupan gula yang cukup untuk “bahan bakar” berkembang biaknya bakteri di dalam mulut. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Karena itulah, bahaya minuman berenergi yang satu ini perlu Anda waspadai.  

  1. Menyebabkan Erosi Gigi

Hasil penelitian di tahun 2012 menyatakan bahwa sebagian besar minuman berenergi memiliki tingkat keasaman yang tinggi. 

Sifat asam yang tinggi pada minuman berenergi dapat menurunkan pH-nya (keasaman), melarutkan mineral-mineral dalam enamel dan dentin gigi, walaupun enamel gigi adalah bagian terkeras dari tubuh kita. Selain itu, bahaya minuman berenergi juga bisa memicu gigi ngilu

  1. Berpotensi Merusak Tambalan Gigi 

Dampak negatif minuman berenergi lainnya adalah berpotensi menurunkan kualitas tambalan gigi. Tambalan gigi bisa menjadi aus, dan permukaan tambalan menjadi kasar. 

Artikel lainnya: Waspada Minuman Berenergi pada Anak

Minuman berenergi biasanya mengandung zat pewarna sehingga dapat menyebabkan perubahan warna pada tambalan gigi. Hal ini akan sangat mengganggu apabila tambalan gigi depan yang tadinya tampak estetis sewarna gigi, berubah jadi kekuningan atau kecokelatan.

  1. Mengakibatkan Rongga Mulut Kering

Beberapa minuman berenergi mengandung lebih dari 200 mg sodium per saji. Takaran per saji biasanya sebanyak 8 ons, sama dengan 226 mg. Sehingga jika minuman berenergi tersebut berukuran botol besar, maka kandungan sodiumnya bisa lebih banyak dibandingkan sekantong keripik kentang. 

Konsumsi sodium yang berlebihan bisa menyebabkan penurunan gusi yang berujung pada gigi berlubang dan penyakit gusi. Untuk mengurangi bahaya minuman berenergi yang satu ini, tentu Anda perlu membatasi konsumsinya. 

  1. Gigi Rentan Retak atau Patah

Ternyata pada sebagian orang, mengonsumsi minuman berenergi bisa menghasilkan tenaga yang berlebihan. Sehingga orang tanpa sadar menggemeretakkan giginya yang bisa menyebabkan gigi retak atau patah.

2 dari 3 halaman

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Sekarang Anda sudah tahu, kan, bahaya minuman berenergi bagi kesehatan gigi? Untuk itu, bagi penggemar minuman berenergi, perlu memahami bahwa mengonsumsi satu botol minuman ini setiap hari berpotensi membahayakan kesehatan gigi. Jadi usahakan agar tidak mengonsumsinya setiap hari. 

Kalaupun harus, sebaiknya perbanyak juga konsumsi air putih, dengan maksud seperti melakukan “pembilasan” gigi-gigi dari minuman tersebut.

Lalu disarankan untuk tidak langsung menyikat gigi segera setelah mengonsumsi minuman berenergi. Karena asam dari minuman berenergi itu membuat lapisan enamel menjadi lunak. 

Dengan memberi jeda waktu 30 menit-1 jam, maka lapisan enamel gigi akan mengeras kembali. Mineral gigi tidak akan ikut larut ketika Anda menyikat gigi. Dengan cara ini, Anda akan terhindar dari risiko gigi sensitif dan gigi berlubang.

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar efek buruk minuman berenergi, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter. 

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar