Sukses

Fakta di Balik Minuman Berenergi Terhadap Kesehatan Gigi

Minuman berenergi adalah jenis minuman yang diyakini berbahaya terhadap kesehatan gigi orang yang mengonsumsinya. Benarkah demikian? Ketahui fakta di balik minuman berenergi terhadap kesehatan gigi dari dr. Callista Argentina berikut ini.

Minuman berenergi adalah sejenis minuman yang umumnya disukai oleh anak-anak dan remaja. Studi mengatakan bahwa minuman berenergi dan penghilang dahaga ini juga dikonsumsi oleh dewasa muda setiap harinya sebanyak 62%.

Tetapi, apakah minuman tersebut baik untuk kesehatan gigi anak? Apakah minuman ini benar-benar untuk menunjang performa mereka?

Berikut ini faktanya:

1. Minuman berenergi memiliki kandungan gula yang sangat tinggi

Minuman berenergi biasanya mengandung pemanis buatan yang berasal dari jagung. Beberapa minuman berenergi bahkan mengandung 19 gram pemanis buatan. Artinya, kandungan gula pada minuman berenergi tersebut memenuhi asupan gula yang cukup untuk “bahan bakar” berkembang biaknya bakteri di dalam mulut.

2. Tingkat keasaman dalam minuman berenergi dapat merusak email gigi

Hasil penelitian di tahun 2012 menyatakan bahwa sebagian besar minuman berenergi memilliki tingkat keasaman yang tinggi. Sifat asam yang tinggi pada minuman berenergi dapat mengganggu kemampuan rongga mulut untuk menjaga keseimbangan PH-nya dan melarutkan mineral-mineral dalam email gigi, walaupun email gigi adalah bagian terkeras dari tubuh kita.

3. Minuman berenergi juga mengandung garam (Sodium)

Beberapa minuman berenergi mengandung lebih dari 200 mg sodium per saji. Takaran per saji biasanya sebanyak 8 ons, sama dengan 226 mg. Sehingga jika minuman berenergi tersebut berukuran botol besar, maka kandungan sodiumnya bisa lebih banyak dibandingkan sekantong keripik kentang.

4. Minuman berenergi memiliki kalori yang tinggi

Walaupun minuman berenergi memiliki kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan minuman bersoda, tetapi jika dikonsumsi dengan botol ukuran yang besar dan jumlah yang banyak, minuman berenergi tetap akan menghasilkan kalori yang lebih tinggi. Asupan ini mencukupi 10-15% dari kebutuhan kalori pada anak remaja, saat berolahraga maupun di luar kegiatan olahraga.

5. ?Minuman berenergi dianjurkan untuk olahraga yang intensitas tinggi

Jika anak Anda mengikuti olahraga berintensitas tinggi yang memacu kenaikan detak jantung, kemasan kecil minuman berenergi akan sangat membantu. Namun, olahraga untuk anak-anak biasanya tidak memiliki intensitas setinggi itu. Air mineral merupakan jenis minuman yang jauh lebih baik. Selain itu, jus buah dengan gula asli bisa juga bisa menjadi pilihan yang baik.

Bagi penggemar minuman berenergi, perlu dipahami bahwa mengonsumsi 1 botol minuman berenergi sehari dapat berpotensi membahayakan tubuh. Jika pengguna tidak dapat mengontrol hal ini, konsumsilah air putih dengan maksud seperti melakukan “pembilasan” setelah minum.

Lalu, Anda disarankan untuk tidak menyikat gigi segera setelah mengonsumsi minuman berenergi. Pasalnya, menyikat gigi setelah minum minuman berenergi akan menyebar dan meratakan zat asam tersebut ke seluruh gigi geligi. Selain itu, rongga mulut juga memerlukan waktu 30 menit untuk mengembalikan keseimbangan PH menjadi normal. Jadi, sebaiknya Anda menunggu 1 jam untuk menyikat gigi setelah mengonsumsi minuman berenergi.

Pada intinya, kebanyakan dari anak-anak sebenarnya tidak benar-benar membutuhkan minuman berenergi pada saat berolahraga, maupun pada saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Penting bagi para orangtua untuk membiasakan diri membaca kandungan nutrisi yang tertera dalam kemasan minuman yang dikonsumsi oleh anak Anda. Jagalah agar anak Anda tetap terhidrasi dengan meminum air putih sebanyak mungkin. Dukungan Anda dalam hal ini akan meningkatkan prestasi olahraganya, sekaligus menjaga kesehatan tubuh dan gigi anak Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar