Sukses

Haruskah Cabut Gigi Sebelum Pasang Behel?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai pasang behel. Namun, apakah cabut gigi sebelum pasang behel itu wajib? Simak penjelasannya di sini.

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan gigi, mendorong para orang tua untuk memberikan perawatan behel gigi untuk anaknya yang memiliki susunan gigi kurang rapi. Tak sedikit juga orang dewasa yang memakai kawat gigi karena beberapa alasan. Namun, apakah wajib cabut gigi sebelum pasang behel?

Usia terbaik untuk pasang behel adalah sekitar 13-15 tahun. Pada usia ini, biasanya seluruh gigi dewasa sudah tumbuh semua dan anak sudah cukup mandiri untuk menjaga kebersihan giginya.

Namun, banyak juga orang dewasa yang melakukan pasang behel. Pasang behel ini banyak diminati karena efektif dalam meratakan dan merapikan susunan gigi-gigi yang berjejal atau bertumpuk.

Namun kadang sebelum pasang behel, perlu cabut gigi untuk kebutuhan perawatan behel gigi tersebut.

Artikel Lainnya: 6 Hal yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengenakan Kawat Gigi

1 dari 3 halaman

Sebelum Pasang Behel, Apakah Harus Cabut Gigi?

Sebelum melakukan perawatan kawat gigi, kadang diperlukan prosedur pencabutan gigi. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang agar gigi dapat bergerak ke dalam susunan gigi yang baik.

Selain pencabutan, ada juga cara lain untuk menyediakan ruang bagi pergerakan gigi, yaitu dengan alat ekspansi yang berfungsi untuk memperbesar lengkung gigi.

Biasanya gigi yang dicabut adalah empat gigi premolar pertama. Pencabutan dilakukan secara simetris kanan dan kiri supaya midline gigi tetap berada pada garis tengah wajah.

Namun, pencabutan gigi tidak serta-merta harus dilakukan semuanya sebelum mulainya perawatan behel gigi. Bisa dilakukan per sisi rahang, misalnya gigi atas kanan dan gigi bawah kanan sekaligus atau melakukan pencabutan per satu gigi.

Perawatan gigi dengan behel pada usia dini, yaitu usia 13-15 tahun, akan memiliki hasil lebih baik seiring dengan cepatnya tumbuh kembang anak.

Perkembangan rahang yang terjadi pada tahap ini alamiah dan cepat, di mana akan menghasilkan perubahan yang permanen dalam struktur rahang dan keseluruhannya. Perubahan inilah yang dibutuhkan untuk perkembangan gigi tetap nantinya.

Artikel Lainnya: Untuk Pemula, Ini Tips Merawat Gigi dengan Behel

2 dari 3 halaman

Beberapa Kondisi yang Mengharuskan Cabut Gigi

Pada kasus pasien dengan kondisi bibir yang teregang, gusi pada gigi depan menipis, dan mulut yang terlihat penuh saat mengatup akibat gigi yang berjejal, biasanya membutuhkan tindakan pencabutan untuk dapat memperbaiki fungsi dan kestabilan gigitan.

Namun demikian, beberapa penelitian mengatakan bahwa pasien yang menggunakan alat ekspansi memiliki saluran pernapasan yang lebih baik, kualitas tidur yang lebih baik, alergi yang berkurang, serta perbaikan lainnya di saat terjaga.

Faktor usia perlu dipertimbangkan dalam tindakan pencabutan ini. Jika pemakaian behel gigi dilakukan pada usia remaja, maka sebisa mungkin tidak dilakukan pencabutan gigi. Lebih baik diupayakan menggunakan alat ekspansi, mengingat masih ada pertumbuhan dan perkembangan wajah serta rahang.

Sedangkan jika pasien behel gigi sudah dewasa, di mana sudah tidak terjadi perkembangan dan pertumbuhan rahang, maka untuk kebutuhan ruang gerak gigi, biasanya perlu dilakukan pencabutan gigi. Walaupun begitu, sebagian besar kasus dapat mencapai hasil yang baik tanpa cabut gigi.

Bila Anda disarankan untuk melakukan pencabutan sebelum pasang behel, ada baiknya Anda meminta pendapat dan berdiskusi ke dokter gigi lain mengenai dampaknya pada wajah Anda.

Karena pencabutan gigi sifatnya permanen, maka pasien harus benar-benar paham dengan tahap rencana yang akan diberikan. Untuk membaca artikel kesehatan gigi dan mulut lainnya, bisa unduh aplikasi KlikDokter, ya!

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar