Sukses

Hubungan Seksual, Cara Alami Atasi Kehamilan Lewat Bulan

Kehamilan lewat bulan merupakan sebuah hal yang tidak bisa di anggap remeh. Hubungan seksual diyakini menjadi jalan keluar masalah ini. Namun, benarkah hal ini? Berikut ulasannya.

Kehamilan lewat bulan sering menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pasangan suami istri yang sedang menantikan calon buah hatinya. Secara definisi, kehamilan lewat bulan ini diartikan sebagai kehamilan yang usianya sudah melebihi 42 minggu. Walaupun berdasarkan data angka kejadiannya tidak terlalu tinggi, namun kehamilan lewat bulan ini tidak bisa dianggap sepele.

Berdasarkan statistik, kehamilan lewat bulan ini terjadi sebanyak 7% dari seluruh angka kehamilan yang ada. Pada umumnya, kehamilan lewat bulan ini disebabkan oleh salah perhitungan tanggal kelahiran.

Mengapa bisa salah memperhitungkan usia kehamilan? Karena sebenarnya, usia kehamilan dihitung hanya berdasarkan perkiraan awal janin terbentuk, dan dari tanggal terakhir siklus haid. Sedangkan waktu pasti janin terbentuk memang sulit untuk ditentukan.

Mengapa kehamilan lewat bulan perlu mendapat perhatian khusus?

Kehamilan yang sudah lewat dari tanggal perkiraan kelahiran ini dapat meningkatkan risiko kesehatan, bahkan dikatakan dapat meningkatkan risiko kematian, baik bagi sang ibu maupun bayi yang ada di dalam kandungannya. Oleh karena itu, kehamilan lewat bulan harus mendapatkan perhatian dan penanganan khusus berupa stimulasi kelahiran.

Stimulasi untuk mencetuskan kelahiran ini dalam dunia medis dinamakan dengan induksi. Induksi kelahiran jenisnya beragam, ada yang menggunakan obat- obatan suntik, obat yang dimasukkan lewat jalan lahir, maupun menggunakan alat yang dipasang di jalan lahir.

Sebelum melakukan tindakan-tindakan induksi medis tersebut, biasanya dokter ataupun bidan akan menyarankan induksi dengan cara alami terlebih dahulu. Induksi alami ini berupa hubungan seksual atau sexual intercourse.

Benarkah hubungan seksual ini efektif sebagai induksi kehamilan lewat bulan?

Berdasarkan penelitian oleh Atrian MK .dkk pada 120 ibu hamil di Hospitals of Kashan University of Medical Science, induksi alami dengan berhubungan seksual – terutama dalam minggu terakhir kehamilan – terbukti secara signifikan dapat mengurangi risiko kehamilan lewat bulan.

Pasangan yang melakukan hubungan seksual di minggu terakhir kehamilan, istrinya akan melahirkan lebih awal dibandingkan dengan pasangan yang tidak melakukan hubungan seksual tersebut.

Sebenarnya, mengapa hubungan seksual dapat memicu persalinan?

Semen, termasuk sperma dan cairan yang dikeluarkan saat sang suami ejakulasi, mengandung hormon prostaglandin. Hormon ini memicu penipisan dan pembukaan mulut rahim yang dapat membantu menstimulasi persalinan.

Selain itu, saat wanita mengalami orgasme, maka hormon yang dinamakan dengan oksitosin akan dilepaskan. Hormon oksitosin ini dapat menyebabkan kontraksi dinding rahim yang akan memicu persalinan.

Kombinasi dari kedua hormon ini dapat membantu mengatasi kehamilan lewat bulan sebagai induksi alamiah.

Kendati dapat menjadi solusi pada kehamilan lewat bulan, hubungan seksual saat kehamilan ini sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Pada kondisi tertentu, hubungan seksual pada saat kehamilan justru dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi. Misalnya pada kasus plasenta previa, di mana ari-ari atau plasenta menutupi jalan lahir. Hubungan seksual pada kondisi ini justru dapat meningkatkan risiko perdarahan hebat dan mengancam keselamatan sang ibu maupun calon buah hatinya.

1 Komentar