Sukses

Yang Bisa Terjadi pada Otak Pecandu Alkohol

Kecanduan alkohol dapat mengundang sejumlah penyakit pada tubuh, termasuk organ otak. Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Tahukah Anda, beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang meminum alkohol dalam jumlah tertentu memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah? Bahkan ada kemungkinan mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih panjang dibandingkan dengan orang yang tidak meminum alkohol sama sekali.

Tetapi, bagaimana jika seseorang sudah kecanduan alkohol seolah tidak bisa hidup tanpa alkohol?

Kecanduan alkohol dapat menimbulkan beberapa kerusakan organ tubuh, termasuk otak. Para peneliti menganalisis jaringan otak dari pecandu alkohol setelah kematian. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Alkoholik dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tipologi Cloninger: pecandu alkohol tipe 1 dan tipe 2. Pecandu alkohol tipe 1 merupakan pecandunya berusia tua dan memiliki gangguan kecemasan. Pecandu alkohol tipe 2 adalah mereka yang mencandu alkohol saat usia muda, berperilaku antisosial dan impulsif.

Salah satu perubahan yang ditemui pada semua pecandu alkohol ialah peningkatan dehydroepiandrosterone di otak. Dehydroepiandrosterone adalah hormon steroid yang memengaruhi sistem saraf pusat. Peningkatan hormon ini menjelaskan hal yang disebut toleransi alkohol. Apa yang dimaksud dengan toleransi alkohol? Pada pecandu alkohol, kadar alkohol yang mampu membuat mereka “puas” akan meningkat secara bertahap, yang pada akhirnya membuat ambang kepuasan tersebut akan terus meningkat.

Selain itu, semua pecandu alkohol menunjukkan penurunan kadar transporter serotonin di insula posterior dan posterior cingulate cortex, area otak yang berhubungan dengan perasaan dan proses kognitif. Temuan ini dapat menjelaskan hubungan perilaku kecemasan sosial pada pecandu alkohol.

Temuan ini meningkatkan pemahaman kita tentang perubahan di otak para pecandu alkohol, sekaligus membuat kita mengerti mengapa beberapa orang rentan terhadap kecanduan alkohol—yang disebabkan oleh penggunaan alkohol jangka panjang. Informasi tersebut berguna untuk mengembangkan terapi terbaru untuk alkoholisme.

Oleh karena itu, hindarkan diri dari kecanduan alkohol sehingga kesehatan otak dan organ lainnya tetap terjaga.


0 Komentar

Belum ada komentar