Sukses

Waspada, Sikat Gigi Bisa Jadi Sumber Kuman!

Sikat gigi merupakan sebuah benda yang berguna untuk membersihkan gigi dan anggota rongga mulut lainnya. Tahukah Anda bahwa sikat gigi juga bisa jadi sumber kuman? Berikut info medis dari drg. Martha Mozartha.

Saat masih berada di dalam kandungan, rongga mulut janin terbebas dari mikroorganisme. Namun segera setelah lahir, berbagai mikroorganisme akan hidup dan menjadi flora normal di dalam mulut.

Dengan kata lain, rongga mulut kita tidak pernah benar-benar terbebas dari kuman. Bahkan begitu selesai menyikat gigi pun, dalam hitungan detik mikroorganisme akan kembali menempel di permukaan dalam rongga mulut, termasuk pada gigi dan jaringan lunak.

Mikroorganisme yang merupakan flora normal tersebut dalam situasi tertentu akan berubah menjadi pathogen yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit, seperti karies gigi atau gigi berlubang, gingivitis atau radang gusi, candidiasis atau infeksi jamur Candida, dan beberapa infeksi lainnya. Karenanya, pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lain di dalam mulut perlu ditekan dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, dimulai dengan menyikat gigi.

Namun, tahukah Anda bahwa sikat ggi yang kita pakai sehari-hari dapat terkontaminasi oleh berbagai jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan masalah kesehatan?

Beberapa kuman yang ditemukan pada sikat gigi, misalnya S.mutans dan Lactobacillus yang terlibat dalam karies gigi, jamur candida yang menyebabkan candidiasis, Pseudomonas yang menyebabkan infeksi telinga dan mata, serta E.coli yang menyebabkan septicemia, diare maupun infeksi saluran kencing. Seberapa berat kontaminasi mikroorganisme pada sikat gigi sangat bergantung pada kondisi penyimpanan serta lama pemakaian sikat gigi tersebut.

Penelitian membuktikan bahwa sikat gigi yang disimpan dalam wadah yang sama dengan sikat gigi lain yang dipakai oleh anggota keluarga terkontaminasi kuman akan lebih berisiko dibandingkan dengan sikat gigi yang disimpan secara terpisah. Selain itu, terkait kondisi tersebut, kontaminasi bakteri pada sikat gigi yang sudah dipakai selama 3 bulan akan jauh lebih berat daripada kontaminasi bakteri pada sikat gigi yang sudah dipakai selama 1 tahun.

Oleh karena itu, untuk mencegah infeksi silang, simpan baik-baik sikat gigi Anda dalam posisi tegak lurus. Jangan simpan sikat gigi dalam wadah yang sama dengan sikat gigi milik orang lain.

Di samping itu, setiap anggota keluarga juga harus memiliki sikat gigi masing-masing. Letakkan pada tempat yang cukup tinggi dan tidak berdekatan dengan toilet. Dan yang terakhir, gantilah sikat gigi Anda paling tidak 3 bulan sekali. Namun demikian, akan lebih baik lagi jika sikat gigi sudah diganti setelah 1 tahun. Jadi, tidak perlu menunggu bulu sikat gigi menjadi megar, ya!

0 Komentar

Belum ada komentar