Sukses

Anak Batuk Pilek? Waspada Alergi! Kenali Gejalanya

Alergi yang terjadi pada anak ternyata juga dapat bergejala batuk pilek. Kenali gejala alergi pada anak bersama dr. Melyarna Putri di sini.

Suatu waktu, seorang ibu bercerita bahwa anaknya sering mengalami batuk pilek yang berulang. Belum genap 1 minggu, gejala batuk pilek menghilang, namun pagi ini gejala tersebut muncul kembali.

Hal ini tentu saja akan membuat sang ibu khawatir. Apalagi ketika gejala yang terjadi disertai dengan demam, dan anak menjadi tidak mau makan.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan anak mudah mengalami batuk pilek?

Salah satu penyebab seringnya anak mengalami batuk pilek adalah karena anak tersebut memiliki alergi. Alergi merupakan suatu kondisi di mana terjadi reaksi yang berlebihan dari sistem imunitas tubuh. Kondisi alergi dapat dijumpai pada saat sistem imunitas tubuh bereaksi terhadap hal-hal yang tergolong tidak berbahaya, seperti debu, suhu udara, ataupun makanan.

Beberapa gejala alergi yang dapat muncul pada anak, yaitu gejala pada pencernaan, gejala pada kulit, serta gejala pada sistem pernapasan.

Dari 3 jenis alergi yang paling sering muncul, CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mengungkapkan bahwa alergi terhadap makanan dan alergi kulit merupakan jenis alergi yang paling sering muncul pada anak. Alergi makanan pada anak ternyata diderita oleh sekitar 3-8% anak, dan sekitar 1-3% di antaranya memiliki gejala yang menetap hingga dewasa.

Alergi bisa sangat menggangu kehidupan anak sehari-hari dan dapat menyebabkan gangguan dalam belajar, tidur, ataupun mengganggu pertumbuhan anak tersebut. Gejala yang dapat muncul pada anak dengan alergi dapat bervariasi. Mulai dari gatal pada tubuh, mual, diare, nyeri perut, iritasi kerongkongan akibat asam lambung naik yang ke kerongkongan, hingga tekanan darah rendah, pingsan, bahkan kematian. Kondisi alergi ini tidak dapat disepelekan karena dapat menyebabkan gejala yang serius dan mengancam nyawa penderitanya.

Gejala lain yang dirasakan, seperti rinitis alergi, merupakan keluhan yang umum pada pasien dengan alergi. Gejala rinitis alergi meliputi bersin-bersin, gatal pada hidung, hidung tersumbat, dan hidung keluar cairan. Sama dengan gejala alergi lainnya, beberapa hal yang dapat mencetuskan rinitis alergi adalah makanan, suhu udara, debu, serbuk sari, tungau, dan lain sebagainya.

Selain faktor genetik, faktor lingkungan, dan kultur, kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari turut menentukan tingkat kekambuhan, keparahan, dan gejala alergi yang muncul pada pasien. Penegakan diagnosis alergi terhadap makanan atau kondisi tertentu pada anak merupakan hal yang sangat penting agar dapat dilakukan tindakan pencegahan terhadap kekambuhan.

Pada kondisi alergi ringan sedang, walaupun tidak mengancam nyawa, namun juga dapat memberikan dampak pada kualitas hidup anak. Beberapa ibu juga sering khawatir terkait kondisi anak yang sering mengalami hal ini. Pasalnya, hal ini dapat mempengaruhi kecerdasan anak tersebut kelak.

Namun demikian, ibu mungkin boleh berlega hati. Sebab, walaupun anak alergi dan nampak sering sakit, namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ghaffari .dkk menyebutkan bahwa rinitis alergi hanya mengganggu kualitas kehidupan secara umum saja, dan tidak memberikan dampak yang buruk terhadap IQ (Intelligent Quotient) penderita.

1 Komentar

  • Hanny Subandiah

    siang dok. saya hani, punya anak 1 yg berumur 2thn. saat ini mengalami batuk, dan sering mual2 dengan muntah hanya sekali sehari. bagaimana cara pertolongan pertama sebelum anak dibw ke dokter ya, dok? terimakasih