Sukses

3 Tips Kembalikan Stamina yang Hilang Saat Berpuasa

Saat berpuasa, kita cenderung merasa lemas dan tidak berstamina. Berikut 3 tips yang dapat Anda lakukan untuk kembalikan stamina yang hilang saat berpuasa dari dr. Reza Fahlevi.

Bulan puasa merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Selama sebulan penuh, umat Islam menjalankan puasa Ramadan sebagai salah satu bentuk ibadah, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Lamanya durasi berpuasa berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Di Indonesia sendiri, lamanya puasa kurang lebih 13 jam. Selama durasi waktu tersebut, orang yang berpuasa harus menahan lapar dan dahaga, serta menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa.    

Bagi yang belum terbiasa, puasa bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, terutama pada awal-awal bulan Ramadan. Pada hari-hari pertama puasa, tubuh belum beradaptasi untuk berpuasa sehingga banyak yang kerap merasa lelah dan lemah.

Oleh karena itu, strategi untuk mengembalikan stamina tubuh pada waktu berbuka sangat diperlukan agar kita dapat melakukan aktivitas dan ibadah dengan lancar di malam hari, selama bulan Ramadan.

Berikut tips-tips untuk mengembalikan stamina yang hilang saat puasa:

  • Berbuka dengan makanan dan minuman manis

Berpuasa yang dilakukan selama kurang lebih 13 jam dapat membuat kadar gula darah menjadi rendah karena tidak adanya pasokan nutrisi. Oleh karena itu, ajaran Islam untuk menyegerakan waktu berbuka sangatlah sesuai untuk mengembalikan stamina tubuh setelah berpuasa seharian. Pilihlah makanan atau minuman manis, karena makanan atau minuman manis mengandung gula sederhana yang lebih cepat dicerna dan diserap oleh tubuh untuk mengembalikan energi.

Anda dapat memilih makanan atau minuman manis, seperti kurma, teh manis, madu, kue, kolak, dan makanan atau minuman manis lainnya. Namun demikan, kita juga harus ingat bahwa kita tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman manis terlalu berlebihan, karena makanan atau minuman manis dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.  

  • Makan secara perlahan dan bertahap

Layaknya organ tubuh lain, saluran pencernaan kita juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Hal inilah yang perlu kita perhatikan saat berbuka puasa. Setelah berpuasa selama kurang lebih 13 jam, tentunya saluran pencernaan kita akan kewalahan jika tiba-tiba harus mencerna makanan yang terlalu banyak dalam waktu bersamaan saat berbuka puasa.

Oleh karena itu, makanlah secara perlahan dan bertahap saat berbuka puasa. Mulailah dengan takjil manis, kemudian salat magribl terlebih dahulu agar saluran cerna kita memiliki waktu untuk beradaptasi. Setelah salat, lanjutkan dengan makan besar yang juga dikonsumsi secara perlahan. Hindari untuk makan terlalu kenyang agar perut tetap nyaman saat melakukan ibadah salat tarawih pada malam hari.

  • Pilih menu makanan seimbang

Banyak kita temui fenomena di masyarakat, di mana saat berbuka puasa, berbagai jenis makanan dihidangkan, terutama saat acara berbuka puasa bersama. Kebanyakan makanan tersebut adalah makanan dengan karbohidrat tinggi. Padahal, meskipun sedang berpuasa, tubuh kita tetap membutuhkan gizi seimbang yang terdiri dari makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral).

Oleh karena itu, pilihlah menu makanan seimbang saat berbuka puasa dengan proporsi 50-60% karbohidrat, 20-30% lemak, dan 10-15% protein. Selain itu, perbanyak pula untuk mengonsumsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral agar stamina tubuh terjaga selama puasa. Penuhi pula kebutuhan cairan tubuh Anda dengan minum air putih yang cukup, dalam rentang waktu berbuka hingga sahur.

Semoga dengan tips-tips di atas, stamina Anda dapat kembali setelah berpuasa seharian sehingga Anda siap untuk menjalankan aktivitas dan ibadah di malam hari selama bulan Ramadan.

0 Komentar

Belum ada komentar