Sukses

Turun Berok pada Anak, Penyebab dan Gejala

Turun berok atau hernia bisa terjadi pada siapa pun, tak terkecuali anak-anak. Baca selengkapnya mengenai hernia di sini.

Turun berok merupakan istilah awam orang Indonesia untuk hernia. Hernia merupakan tonjolan akibat organ atau jaringan (biasanya usus) yang keluar dari tempatnya. Hernia dapat terjadi di selangkangan, perut, dan diafragma. Hernia yang terjadi pada anak dapat muncul saat lahir atau beberapa bulan setelah lahir atau usia yang lebih tua.

Pada anak-anak, jenis hernia yang umum ditemukan adalah hernia inguinalis (di selangkangan atau skrotum) dan hernia umbilikalis (di pusar).  Hernia yang tidak dapat “masuk kembali” disebut hernia ireponibilis. Jika muncul keluhan nyeri hebat pada hernia disebut hernia strangulata. Hernia strangulata merupakan kasus gawat darurat dan harus segera dilakukan operasi untuk mencegah kerusakan jaringan usus.

Apa penyebab hernia pada anak?

Selama kehamilan, pada laki-laki, testis akan turun dari dalam perut melewati saluran di sekitar selangkangan yang disebut kanalis inguinalis ke kantung skrotum. Pada perempuan, ovarium turun melewati saluran tersebut ke pelvis. Pada 5% bayi (terutama laki-laki), kanalis inguinalis tersebut tetap terbuka sehingga usus dapat masuk ke lubang tersebut dan menyebabkan hernia.

Apa tanda pasti anak memiliki hernia?

Anda dapat melihat adanya benjolan di sekitar pusar, selangkangan, atau skrotum. Pada daerah skrotum (kantong testis) mungkin dapat terlihat skrotum besar sebelah atau seluruhnya membesar. Pada anak perempuan gejalanya dapat berupa benjolan di selangkangan, pusar, atau labia mayora.

Benjolan tersebut dapat hilang timbul. Biasanya muncul jika anak menangis, batuk-batuk, mengedan, atau melakukan aktivitas berat. Benjolan akan menghilang jika anak istirahat dan tidur. Namun, benjolan tersebut juga bisa menetap dan tidak dapat masuk kembali.

Apa yang harus Anda lakukan?

Segera periksakan ke dokter spesialis bedah anak untuk memastikan benjolan tersebut hernia atau tumor. Pengobatan hernia adalah dengan operasi untuk menutup lubang agar usus tidak keluar lagi. Operasi hernia tidak bersifat segera, dokter mungkin akan melakukan operasi beberapa hari sampai beberapa minggu setelah pertemuan pertama. Namun, jika ada tanda bahaya maka diperlukan operasi segera.

Apa tanda bahaya hernia?

Segera bawa anak Anda ke dokter jika ia merasa kesakitan hebat, menangis kencang, benjolan semakin besar dan tidak dapat masuk kembali, mual, muntah, dan tidak bisa buang air besar.

1 Komentar