Sukses

Tips Agar Anak Suka Buah dan Sayur

Buah dan sayur merupakan dua hal yang sering kali dihindari oleh anak ketika makan. Bagaimana cara menyiasati agar anak suka buah dan sayur? Berikut tips dari dr. Melyarna Putri.

Buah dan sayur merupakan dua hal yang kerap dihindari oleh anak ketika makan. Banyak alasan yang melatarbelakangi hal ini, mulai dari tekstur yang kurang disukai, bau khas dari buah dan sayur yang kurang menarik, serta rasa dari buah dan sayur itu sendiri.

Sebenarnya, seberapa penting konsumsi buah dan sayur bagi anak?

Para ahli gizi dan dokter menganjurkan konsumsi buah dan sayur untuk mencukupi kebutuhan serat, vitamin dan mineral anak. Sayuran berwarna merupakan sumber antioksidan yang berfungsi menjaga kesehatan sel otak. Sedangkan serat berfungsi untuk merangsang pertumbuhan probiotik.

Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan tubuh. Probiotik mengisi bakteri baik dalam usus kita, yang berperan penting untuk kesehatan pencernaan yang baik. Selain itu, bakteri baik ini juga meningkatkan kekebalan usus sehingga dapat membantu melawan infeksi.

Buah dan sayur mengandung serat yang diperlukan tubuh untuk mencegah agar tidak terjadi sembelit. Sembelit, atau dalam bahasa medis disebut dengan konstipasi, memang kerap terjadi pada anak. Anak yang mengalami sembelit akan memiliki feses yang keras, terkadang berbentuk kecil-kecil seperti kotoran kambing dan kelinci.

Tingkat kekerapan sembelit pada anak bervariasi antara 4-36%. Menurut IOM (Institute of Medicine), angka kecukupan serat pangan (AKS) bagi anak, remaja dan dewasa adalah 14 g serat pangan per 1000 kkal kecukupan energi.

Jika anak Anda hanya menyukai wortel saja, hal ini tentu belum. Pasalnya, dalam 1 wortel berukuran sedang yang memiliki berat kira-kira 61 gram hanya mengandung 1,7 gram serat saja.

Lalu, bagaimana menyiasati hal ini?

Tantangan terberat sebagai orangtua adalah menyikapi anak  yang tidak suka buah dan sayur. Untuk menghadapi hal tersebut, Anda dapat mencoba beberapa hal berikut:

  • Untuk anak yang baru mulai belajar makan, jangan berikan bentuk utuh buah dan sayur tanpa dipotong kecil-kecil, atau untuk buah keras tanpa dilembutkan terlebih dahulu. Sebaliknya, untuk anak yang sudah lebih besar, sesuaikan dengan tekstur kesukaannya. Sediakan jenis buah dan sayur yang mudah dikonsumsi, dan rasanya enak. Usahakan untuk jangan sampai membuat anak menjadi enggan untuk mengonsumsi buah dan sayur.
  • Berikan menu sayuran dan buah yang bervariasi untuk anak. Menu buah yang disajikan tanpa diolah terkadang membosankan bagi sang anak. Beberapa menu variasi, seperti apple pie, banana cake, quiche bayam, ravioli bayam, kue naga sari yang berisi pisang, nastar, es pisang hijau, es buah segar, dan lain sebagainya, merupakan menu yang lebih menarik bagi anak, mungkin bagi orangtuanya juga. Namun untuk anak yang alergi dingin, sebaiknya hindari pemilihan menu es agar alerginya tidak kambuh.
  • Bersabar dan teruslah mencoba. Ketika sudah membawa kebiasaan mengonsumsi buah dan sayur di rumah untuk seluruh anggota keluarga, namun Si Kecil belum juga menunjukkan perubahan, sebaiknya Anda jangan berputus asa. Pasalnya, penelitian menyebutkan bahwa seorang anak baru mau mengonsumsi makanan yang baru baginya, setidaknya setelah ia mengenal makanan tersebut sebanyak 10-15 kali.

0 Komentar

Belum ada komentar